STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Penelitian ini menganalisis istilah panggilan sayang atau dalam linguistik disebut kata atau ekspresi dengan komponen makna lembut (Hipokoristikum) yang diidentifikasi dalam trilogi Silber karya Gier (2013, 2014, 2015). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diambil dari dialog dan narasi. Fokus penelitian adalah memahami bagaimana bahasa dalam karya sastra populer merefleksikan dan membentuk interaksi sosial serta identitas karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Hipokoristikum berdasarkan pembentukan kata dan konteks sosiolinguistik yang melingkupinya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan teoretis dari Schulz & Giesbach (1980), Kridalaksana (1985) serta Seda; Wawan & Muniroh (2023). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan hipokoristikum dalam trilogi Silber didominasi oleh penambahan sufiks diminutif -chen (contoh: Mäuschen, Herzchen, Schätzchen) yang mengekspresikan kedekatan dan kasih sayang. Selain itu, ditemukan pula adjektiva yang disubstantivikasi dengan penambahan penanda genus (grammatisches Geschlecht) (-er, -e) seperti Kleiner, Lieber, Süße. Dapat diindentifikasi lebih jauh bahwa Hypokoristikum tidak hanya merupakan variasi leksikal morfologis, tapi juga berfungsi sosial mengekspresikan aspek afektif dalam lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil, bukan sekadar mengatakan Aku cinta kamu. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bentuk dan fungsi istilah kasih sayang di masyarakat multikultural, terutama pada keluarga campuran Jerman-Indonesia, untuk membangun relasi yang lebih hangat, harmonis dan langgeng.

Pembentukan panggilan sayang dalam trilogi Silber karya Gier dominan dilakukan melalui penambahan sufiks diminutif -chen seperti Mäuschen, Herzchen, dan Schätzchen yang mengekspresikan kedekatan dan kasih sayang.Selain itu, ditemukan proses substantivasi adjektiva dengan penambahan penanda genus (-er, -e) seperti Kleiner, Lieber, dan Süße.Dari perspektif sosiolinguistik, hipokoristikum berfungsi sebagai penanda afeksi dan keintiman dalam lingkungan keluarga, bukan sekadar variasi leksikal.Penelitian ini membuktikan bahwa bahasa dalam karya sastra populer merefleksikan dan mengkonstruksi relasi sosial serta identitas tokoh dalam cerita fiksi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan hipokoristikum dalam keluarga campuran Jerman-Indonesia untuk memahami perannya dalam membangun hubungan lintas budaya yang harmonis. Selain itu, studi tentang fungsi sosial hipokoristikum dalam komunikasi antar generasi dapat memberikan wawasan baru tentang dinamika hubungan keluarga. Terakhir, analisis perbedaan penggunaan hipokoristikum antara karya sastra fiksi dan konteks nyata dapat mengungkap bagaimana bahasa mencerminkan realitas sosial dalam masyarakat multikultural.

Read online
File size591.21 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test