STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Penelitian ini mengkaji tantangan yang terkait dengan penerjemahan terminologi musik bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia, dengan fokus pada lima istilah utama: groove, swing, soul, feel, dan jam session. Data empiris dikumpulkan melalui metodologi deskriptif kualitatif, yang mencakup tinjauan pustaka dan wawancara semi-terstruktur yang dilakukan dengan lima musisi profesional Indonesia. Kerangka analisis didasarkan pada Teori Non-Ekuivalensi Mona Baker (1992), yang didukung oleh konstruksi teoretis semantik dan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi musik ini mengandung lapisan semantik yang kaya dan nuansa budaya yang tidak memiliki padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia. Di Indonesia, musisi umumnya lebih memilih untuk mempertahankan terminologi bahasa Inggris asli karena kekayaan ekspresif dan kejelasan fungsionalnya dalam konteks praktis. Strategi seperti peminjaman, parafrase, dan kesetaraan deskriptif ditemukan lebih efektif.

Studi ini menunjukkan bahwa lima istilah musik bahasa Inggris (groove, swing, soul, feel, dan jam session) menghadapi tantangan signifikan dalam penerjemahan ke dalam Bahasa Indonesia karena kompleksitas semantik, spesifikitas budaya, dan keterkaitan pragmatis yang melekat pada bahasa musik profesional.Musisi Indonesia secara konsisten mempertahankan istilah asli bahasa Inggris dalam konteks latihan, pertunjukan, dan pendidikan, mencerminkan kekayaan ekspresif yang tidak dapat digantikan oleh terjemahan langsung.Strategi peminjaman menjadi dominan dalam penerjemahan, sementara parafrase dan kesetaraan deskriptif berperan sebagai pendukung dalam konteks pendidikan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi tentang ekspansi terminologi musik yang dianalisis, dengan memperluas cakupan istilah dan konteks penggunaan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi perbedaan interpretasi istilah musik antar generasi musisi Indonesia untuk memahami dinamika perubahan penggunaan. Terakhir, studi ini dapat diperluas ke komunitas musik non-Anglophone lainnya untuk membandingkan fenomena non-ekuivalensi dalam konteks budaya yang berbeda, sehingga memberikan perspektif yang lebih luas tentang tantangan penerjemahan dalam bidang musik global.

Read online
File size328.33 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test