AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Studi ini memetakan evolusi pola tafsir KH Misbah Musthofa dengan membandingkan al-Iklīl fī Maʿānī al-Tanzīl (1983) dan Tāj al-Muslimīn (1988) pada tujuh ayat QS. al-Fātiḥah. Berangkat dari kekosongan riset yang hanya menyorot lokalitas dan intertekstualitas, penelitian kualitatif-deskriptif ini mengekstraksi teks Jawa-Pegon asli, kemudian mengode setiap ayat ke dalam empat kategori: fokus kebahasaan, rincian morfologi, rujukan ayat, dan penjelasan fikih mazhab. Analisis intertekstual Julia Kristeva mengungkap dua mekanisme perubahan: transposisi—pergeseran uraian semantik menjadi telaah morfologis pada ayat 2-3; dan transformasi—pengembangan penjelasan linguistik menjadi diskursus fikih komparatif lintas-mazhab pada ayat 1, 4, 6, 7. Pergeseran ini dipicu kegelisahan Misbah atas taqlīd, dorongan menjaga kemurnian ibadah, serta kebutuhan umat akan pedoman hukum aplikatif di akhir Orde Baru. Hasilnya, Tāj al-Muslimīn tampil lebih normatif dan praktis, meneguhkan otoritas keilmuan pesantren sekaligus meningkatkan literasi mazhab. Temuan ini menawarkan matriks transposisi–transformasi sebagai alat baca perubahan tafsir pesantren dan menegaskan relevansi prinsip maqāṣid al-syarīʿah bagi tafsir kontemporer.

al-Fātiḥah di al-Iklīl (1983) dan Tāj al-Muslimīn (1988) menegaskan bahwa Misbah Musthofa tidak sekadar memperbaiki redaksi, melainkan mereorientasi keseluruhan kerangka penafsiran.transposisi—pergeseran fokus linguistik pada ayat 2-3 menuju telaah morfologis yang lebih tajam.dan transformasi—pengembangan penjelasan kebahasaan pada ayat 1, 4, 6, 7 menjadi diskursus fikih komparatif lintas-mazhab.Perubahan ini dipicu kombinasi faktor internal dan eksternal.kegelisahan akan maraknya taqlīd di Jawa pesisir, kebutuhan umat akan pedoman hukum yang teruji, serta dorongan memperkuat otoritas keilmuan pesantren.Dengan menambahkan rubric hukum, ilustrasi eskatologis, dan dialog mazhab, Tāj al-Muslimīn memperlihatkan respons Misbah terhadap konteks Orde Baru—era ketika literasi atas Al-Quran melemah sementara otoritas tradisional dipertanyakan.Hasilnya, Tāj al-Muslimīn tampil sebagai tafsir normatif-aplikatif yang memagari ibadah dengan dalil sahih sekaligus mengajak umat berpikir kritis.

Penelitian lanjutan dapat menguji konsistensi pola transposisi-transformasi pada surat-surat Al-Quran lainnya untuk memahami dinamika tafsir pesantren secara menyeluruh. Selain itu, studi tentang dampak faktor sosial seperti populisme keagamaan terhadap evolusi metode tafsir pesantren di era digital bisa menjadi arah baru. Terakhir, analisis peran prinsip maqāṣid al-syarīʿah dalam membentuk tafsir kontemporer yang inklusif dan responsif terhadap tantangan modern patut dikembangkan.

  1. DINAMIKA KARYA TAFSIR AL-QUR’AN PESANTREN JAWA | AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an. dinamika... ejournal.staialanwar.ac.id/index.php/itqon/article/view/814DINAMIKA KARYA TAFSIR AL QURAoAN PESANTREN JAWA AL ITQAN Jurnal Studi Al Quran dinamika ejournal staialanwar ac index php itqon article view 814
  2. AL-IKLIL FI MA'ANI AL-TANZIL AND FAMILY PLANNING IN INDONESIA | Atlantis Press. al iklil fi ma ani... doi.org/10.2991/icqhs-17.2018.13AL IKLIL FI MAANI AL TANZIL AND FAMILY PLANNING IN INDONESIA Atlantis Press al iklil fi ma ani doi 10 2991 icqhs 17 2018 13
  3. Kekhasan Pemikiran Misbah Musthofa Dalam Tafsir Al-Iklīl Fī Ma’ānī Al-Tanzīl Dan Contoh Teks... doi.org/10.55759/zam.v3i2.22Kekhasan Pemikiran Misbah Musthofa Dalam Tafsir Al Ikll F MaAoAn Al Tanzl Dan Contoh Teks doi 10 55759 zam v3i2 22
  4. Cultural Integration in Tafsir al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil by Misbah Mustafa within the Context... doi.org/10.14421/qh.v25i2.5538Cultural Integration in Tafsir al Iklil fi MaAoani al Tanzil by Misbah Mustafa within the Context doi 10 14421 qh v25i2 5538
Read online
File size792.91 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test