AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Artikel ini mengkaji konstruksi tobat dalam tafsir sosial-politik Syubah Asa, terutama melalui pembacaan atas tema tobat dalam Dalam Cahaya Al-Quran: Tafsir Ayat-Ayat Sosial Politik. Penelitian berangkat dari asumsi bahwa tobat dalam wacana keagamaan sering direduksi menjadi pengalaman privat, padahal dalam tafsir Syubah Asa ia diproyeksikan sebagai etika publik yang mengikat pejabat dan warga. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis teks secara interpretatif melalui pengelompokan tema dan penelusuran pola argumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Syubah Asa menegaskan tobat sebagai tindakan yang dapat diverifikasi secara sosial, terutama melalui pemulihan hak, pertanggungjawaban atas hasil kezaliman, serta komitmen memperbaiki praktik dan kebijakan publik. Ia mengembangkan gagasan tobat struktural, yakni pertobatan yang menyasar kerusakan sistemik seperti korupsi, pembungkaman kebebasan sipil, dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga tobat tidak cukup berhenti pada simbol religius atau penyesalan verbal. Temuan ini menempatkan tafsir Syubah Asa sebagai tafsir transformasional yang menghubungkan spiritualitas Qurani dengan akuntabilitas dan reformasi sosial-politik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi tobat dalam tafsir Syubah Asa bergerak dari definisi normatif tobat dalam Al-Quran menuju etika publik yang menuntut akuntabilitas kekuasaan.Tobat tidak dipahami sebagai pengalaman privat yang selesai pada relasi vertikal, melainkan diuji melalui tindakan yang dapat diverifikasi di ruang sosial, seperti pengembalian hak, pertanggungjawaban atas harta hasil kezaliman, dan komitmen memperbaiki praktik serta kebijakan publik.Melalui pengujian kasus korupsi dan konsep ghasb, Syubah Asa menegaskan bahwa klaim pertobatan tidak sah apabila pelaku masih mempertahankan hasil kezaliman, sebab pemulihan hak menjadi syarat moral yang mendasar.Dari sini, penelitian ini menegaskan adanya gagasan tobat struktural, yakni pandangan bahwa kerusakan yang terlembaga seperti korupsi, pembungkaman kebebasan sipil, pelanggaran HAM, dan nepotisme menuntut pertobatan yang juga bersifat sistemik melalui rekonstruksi sosial-politik.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan tafsir Syubah Asa dengan pendekatan tafsir lain yang berfokus pada etika publik. Selain itu, analisis dampak tafsir ini terhadap gerakan sosial kontemporer di Indonesia perlu dikembangkan untuk memahami relevansinya dalam konteks aktual. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media dalam menyebarkan gagasan tobat struktural Syubah Asa, serta bagaimana masyarakat merespons konsep-konsep etika publik yang ditawarkannya.

  1. Socio-Political Criticism of the New Order in the Interpretation of Syu'bah Asa | Jurnal Fuaduna... doi.org/10.30983/fuaduna.v6i2.5518Socio Political Criticism of the New Order in the Interpretation of Syubah Asa Jurnal Fuaduna doi 10 30983 fuaduna v6i2 5518
  2. Manfaat dan Kesehatan - IAINSU. manfaat kesehatan iainsu ketahui buah kelapa muda tahu daging matang... doi.org/10.33006/ji-kes.v5i1.246Manfaat dan Kesehatan IAINSU manfaat kesehatan iainsu ketahui buah kelapa muda tahu daging matang doi 10 33006 ji kes v5i1 246
  3. DOI Name 10.33650 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 03z crossref email support... doi.org/10.33650DOI Name 10 33650 Values doi name values index type timestamp data hs serv 03z crossref email support doi 10 33650
Read online
File size786.19 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test