UMAUMA
Jurnal Administrasi PublikJurnal Administrasi PublikThis paper examines the role of Saharawi women in the national liberation struggle for Western Saharas independence through the lens of Feminist National Liberation Theory. It examines their contributions in political activism, administration, governance, and transnational advocacy and the oppression women face from Moroccan colonialism and the Saharawi liberation struggle. Sahrawi women suffer torture, arbitrary detention, and sexual harassment as a result of their resistance to the Moroccan occupation and struggle for self-determination. This paper adopts the Feminist National Liberation Theory to examine how Saharawi women have been both active agents and symbolic pillars of resilience and resistance in their efforts to challenge colonial oppression. It employs a qualitative historical analysis and feminist critique of womens role in the independence struggle using secondary sources of data, including historical documents, reports and academic literature. The paper argues that womens agency is not secondary but fundamental to independence struggles, and that national independence cannot be achieved without gender justice, positioning Saharawi women as both symbols and agents of resilience and resistance.
The study demonstrates that Sahrawi women have been central to the national liberation movement of Western Sahara, contributing to resilience, reconstruction, and resistance against both colonial domination and patriarchal authority.Their involvement extends beyond traditional roles, encompassing governance, education, and international advocacy.The resilience of Sahrawi women offers a model for understanding liberation as an ongoing process that must dismantle both colonial domination and patriarchal authority.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana diaspora Sahrawi dan generasi muda Sahrawi merekonstruksi gagasan pembebasan, serta bagaimana mereka menanggapi narasi nasionalis tradisional. Selain itu, penelitian perlu menyelidiki dampak spesifik pendudukan Maroko terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis perempuan Sahrawi, dan mengembangkan strategi dukungan yang sesuai. Terakhir, penelitian perlu berfokus pada peran perempuan Sahrawi dalam proses pembangunan perdamaian dan rekonsiliasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perspektif unik mereka untuk memastikan perdamaian yang berkelanjutan dan inklusif di Western Sahara. Penelitian-penelitian ini penting untuk memahami secara komprehensif dinamika pembebasan dan pembangunan di Western Sahara, serta untuk memberdayakan perempuan Sahrawi dalam menentukan masa depan mereka sendiri.
- Imperial Leather | Race, Gender, and Sexuality in the Colonial Contest. imperial leather race gender... doi.org/10.4324/9780203699546Imperial Leather Race Gender and Sexuality in the Colonial Contest imperial leather race gender doi 10 4324 9780203699546
- Jurnal Administrasi Publik. resilience resistance feminist perspective women national liberation struggle... doi.org/10.31289/jap.v15i1.14556Jurnal Administrasi Publik resilience resistance feminist perspective women national liberation struggle doi 10 31289 jap v15i1 14556
- Conflict resolution in Western Sahara | African Journal on Conflict Resolution. conflict resolution western... ajol.info/index.php/ajcr/article/view/52181Conflict resolution in Western Sahara African Journal on Conflict Resolution conflict resolution western ajol index php ajcr article view 52181
| File size | 493.53 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMAUMA Informan kunci meliputi manajer BTJ, perwakilan PT AMI dan Pool Purosani, Dinas Perhubungan Yogyakarta, serta pengguna BTJ. Temuan menunjukkan bahwa publicnessInforman kunci meliputi manajer BTJ, perwakilan PT AMI dan Pool Purosani, Dinas Perhubungan Yogyakarta, serta pengguna BTJ. Temuan menunjukkan bahwa publicness
UMAUMA Dengan pendekatan kuantitatif asosiasi, penelitian ini mengumpulkan data dari 220 pengguna layanan melalui kuesioner terstruktur dan menganalisisnya menggunakanDengan pendekatan kuantitatif asosiasi, penelitian ini mengumpulkan data dari 220 pengguna layanan melalui kuesioner terstruktur dan menganalisisnya menggunakan
UMAUMA Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisisPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis
UMAUMA Implementasi kebijakan telah berkontribusi pada standar pendidikan yang lebih tinggi, kapasitas institusi yang lebih kuat, dan pengembangan budaya jaminanImplementasi kebijakan telah berkontribusi pada standar pendidikan yang lebih tinggi, kapasitas institusi yang lebih kuat, dan pengembangan budaya jaminan
UMAUMA Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Penanganan gelandangan dan pengemis membutuhkan model keterpaduan dengan prinsipDari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Penanganan gelandangan dan pengemis membutuhkan model keterpaduan dengan prinsip
UMAUMA Namun belum ada regulasi daerah yang mengatur sumber pendapatan desa secara jelas, termasuk peraturan desa tentang jenis dan besaran pungutan, sehinggaNamun belum ada regulasi daerah yang mengatur sumber pendapatan desa secara jelas, termasuk peraturan desa tentang jenis dan besaran pungutan, sehingga
UMAUMA Pelaksanaan lapangan berupa sosialisasi program, verifikasi data, pembagian kartu, pencairan dana, dan pembuatan laporan. Faktor-faktor yang mendukungPelaksanaan lapangan berupa sosialisasi program, verifikasi data, pembagian kartu, pencairan dana, dan pembuatan laporan. Faktor-faktor yang mendukung
UMAUMA Disamping itu, belum sesuai dengan harapan unit kerja pemungut terumatama menyangkut upah pungut, DPRD mengenai target realisasi pendapatan setiap bulanDisamping itu, belum sesuai dengan harapan unit kerja pemungut terumatama menyangkut upah pungut, DPRD mengenai target realisasi pendapatan setiap bulan
Useful /
UMAUMA Sebagai respons, peneliti merumuskan model supervisi adaptif berbasis indikator kualitas dan kuantitas sumber daya manusia untuk memperkuat peran Bawaslu,Sebagai respons, peneliti merumuskan model supervisi adaptif berbasis indikator kualitas dan kuantitas sumber daya manusia untuk memperkuat peran Bawaslu,
UMAUMA Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, pemeliharaan fasilitas, serta strategi sosialisasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahamanOleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, pemeliharaan fasilitas, serta strategi sosialisasi yang lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman
UMAUMA Unlike prior studies focusing solely on implementation failures, this research offers an integrative diagnosis linking institutional inertia to design-processUnlike prior studies focusing solely on implementation failures, this research offers an integrative diagnosis linking institutional inertia to design-process
UMAUMA Fungsi utama pemerintah daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004Fungsi utama pemerintah daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004