UGMUGM

Media InformasiMedia Informasi

Penelitian ini mengkaji integrasi konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) sebagai layanan satu pintu di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kebutuhan lembaga budaya untuk berkolaborasi lintas sektor guna memperluas akses terhadap sumber daya historis, artistik, dan informasi. Meskipun Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini mengelola layanan perpustakaan dan kearsipan, lembaga ini memiliki potensi besar untuk memperluas peran melalui pengembangan elemen galeri dan museum, salah satunya melalui inovasi Diorama Arsip. Penelitian bertujuan menganalisis kelayakan dan tantangan implementasi integrasi GLAM dalam satu kerangka kelembagaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci, dan analisis dokumen primer maupun sekunder. Hasil wawancara menunjukkan bahwa informan belum memiliki pemahaman formal yang komprehensif tentang konsep GLAM, namun menunjukkan keterbukaan terhadap peluang kolaborasi lintas sektor, antara lain rencana pameran temporer bersama seniman lokal. Temuan menunjukkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi mengintegrasikan komponen GLAM melalui pengembangan diorama arsip, koleksi seni, layanan digital, dan inisiatif akses publik. Namun, keterbatasan kelembagaan seperti belum adanya pengakuan formal terhadap fungsi galeri dan museum, infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan keterlibatan pemangku kepentingan eksternal, serta kebijakan yang masih terfragmentasi menjadi tantangan signifikan dalam mewujudkan integrasi GLAM secara penuh.

Integrasi GLAM (Gallery, Library, Archive, Museum) sebagai layanan terpadu belum diterapkan secara formal di DPAD DIY.Namun, pengelolaan layanan perpustakaan dan kearsipan secara paralel, pengembangan Diorama Arsip Jogja, serta keberadaan unsur seni dan rencana pameran temporer menunjukkan praktik yang sejalan dengan prinsip GLAM.Meski belum terintegrasi dalam kebijakan dan struktur organisasi, tingginya keterlibatan pengunjung, dukungan infrastruktur digital, serta posisi Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan menjadi peluang besar untuk pengembangannya.Untuk mewujudkan model GLAM yang komprehensif, diperlukan kebijakan yang lebih progresif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemetaan aset budaya yang terintegrasi guna mendukung transformasi kelembagaan dan pelestarian pengetahuan lokal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah utama. Pertama, mengembangkan kerangka kelembagaan formal untuk mengintegrasikan GLAM, termasuk pembentukan kebijakan dan peraturan yang jelas untuk mengakui fungsi galeri dan museum secara resmi. Kedua, meningkatkan infrastruktur dan akses digital, seperti pengembangan platform pameran virtual dan layanan arsip daring yang lebih inklusif, terutama untuk komunitas disabilitas. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seniman lokal, akademisi, dan komunitas budaya dalam penyusunan program edukasi dan interpretasi warisan budaya. Pendekatan ini tidak hanya akan memperkaya konten GLAM tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi augmented reality (AR) atau realitas virtual (VR) untuk menyajikan arsip dan sejarah secara interaktif, terutama untuk generasi muda yang lebih familiar dengan media digital. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dan pendekatan kolaboratif, DPAD DIY dapat menjadi pusat GLAM yang lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

  1. Application of Performance Management in the Jogja Archive Diorama | Jurnal Toursci. application performance... doi.org/10.62885/toursci.v2i2.513Application of Performance Management in the Jogja Archive Diorama Jurnal Toursci application performance doi 10 62885 toursci v2i2 513
  2. PELUANG DAN TANTANGAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TANAH DATAR DALAM MENGEMBANGKAN KONSEP... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/literatify/article/view/45720PELUANG DAN TANTANGAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TANAH DATAR DALAM MENGEMBANGKAN KONSEP journal uin alauddin ac index php literatify article view 45720
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-030-00175-9_1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 3 030 00175 9 1
Read online
File size782.03 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test