UMNUUMNU

AbdibarayaAbdibaraya

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau yang sering disingkat menjadi PKK adalah gerakan yang telah dibangun dari pusat hingga desa dan keberadaan maupun manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat. Kegiatan PKK ini tercermin dari 10 Program Pokok PKK, yang salah satu programnya terfokus pada kesehatan dan perhatian khususnya ditujukan kepada kesehatan ibu dan anak. Kader PKK yang terlatih ini tidak hanya terlihat dari cara penanganan mereka terhadap kesehatan ibu dan anak namun juga harus didukung oleh kemampuan mereka dalam menggunakan komputer dalam proses pencatatan dan pendataan. Namun, tidak semua Kader PKK terutama di desa mahir menggunakan komputer, contohnya Kader PKK Desa Kaibon; bahkan dalam kenyataannya banyak kader yang baru mengenal komputer dan tidak bisa menggunakan program standar seperti Microsoft Excel dan Microsoft Word. Sasaran dari program KKN ini adalah meningkatkan kemampuan dan kompetensi para Kader PKK Desa Kaibon dalam mengoperasikan komputer untuk menunjang kinerja yang baik dan lancar dalam hal administrasi maupun pendataan. Berdasarkan hasil evaluasi terlihat bahwa Kader PKK Desa Kaibon mengikuti pelatihan dengan sangat antusias dan mereka mampu mempraktekkan materi dengan sangat baik.

Kegiatan KKN yang meliputi koordinasi, sosialisasi, dan pelatihan Microsoft Word serta Excel bagi PKK Desa Kaibon berhasil dilaksanakan sesuai tujuan dan memperoleh sambutan positif dari kader PKK.Pengetahuan dan pemahaman kader PKK mengenai Microsoft Word dan Excel meningkat signifikan setelah pelatihan.Disarankan agar program serupa diperluas ke kelompok PKK lain di wilayah Kebumen serta menambah materi pelatihan seperti PowerPoint dan penggunaan internet.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan komputer terhadap kualitas layanan PKK di desa, misalnya dengan mengukur perubahan dalam pencatatan data dan pelayanan kesehatan setelah satu tahun pelatihan; selanjutnya, dapat dibandingkan keefektifan berbagai model pembelajaran orang dewasa, seperti pendekatan andragogi tradisional versus pembelajaran campuran (blended learning) dalam meningkatkan kompetensi komputer kader PKK; terakhir, pengembangan aplikasi berbasis seluler khusus untuk pengumpulan data PKK dapat diuji coba pada kader untuk menilai tingkat kegunaan, adopsi, dan kontribusinya terhadap efisiensi kerja, sehingga memberikan panduan bagi implementasi teknologi digital yang lebih luas dalam program pemberdayaan PKK.

Read online
File size910.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test