STIDNATSIRSTIDNATSIR
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi UmmatJurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi UmmatPemberdayaan masyarakat pada era modern tidak dapat dilepaskan dari penguatan modal manusia (human capital) sebagai aset utama dalam proses pembangunan umat. Permasalahan utama dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat saat ini terletak pada rendahnya kualitas modal manusia (human capital) yang menyebabkan lemahnya kemandirian sosial-ekonomi dan minimnya daya saing di era global. Banyak program pemberdayaan yang berfokus pada bantuan material, namun belum menyentuh aspek peningkatan kapasitas manusia sebagai subjek utama pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya optimalisasi modal manusia sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan masyarakat guna menciptakan kemandirian dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi modal manusia berperan penting dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing masyarakat melalui tiga dimensi utama: (1) penguatan pendidikan dan keterampilan berbasis kebutuhan lokal dan global; (2) peningkatan etos kerja, inovasi, dan produktivitas masyarakat; serta (3) pembentukan karakter dan nilai-nilai moral sebagai fondasi sosial yang kuat.
Penguatan modal manusia (human capital) merupakan faktor kunci dan instrumen strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat di era modern.Pembangunan yang berorientasi pada manusia bukan semata pada infrastruktur atau modal finansial terbukti mampu menciptakan perubahan sosial yang lebih berkelanjutan.Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi modal manusia harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan, mencakup penguatan aspek pendidikan, keterampilan, etos kerja, moralitas, serta nilai-nilai sosial dan spiritual.Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan tinggi akan lebih produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan global.Sementara pembinaan karakter dan moral menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kemandirian.Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa optimalisasi modal manusia adalah kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.Pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial perlu bersinergi dalam mengembangkan kebijakan dan program yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia sebagai investasi jangka panjang menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi konkret dalam optimalisasi modal manusia, khususnya dalam konteks masyarakat Islam. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan global, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum. Kedua, penting untuk menganalisis dampak optimalisasi modal manusia terhadap kemandirian dan daya saing masyarakat secara empiris. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur perubahan dalam produktivitas, inovasi, dan etos kerja masyarakat sebelum dan setelah intervensi pemberdayaan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek spiritual dan moral dalam pembentukan karakter masyarakat. Model ini dapat mencakup pelatihan kepemimpinan, etika bisnis, dan pengembangan moralitas dalam konteks masyarakat Islam.
| File size | 262.57 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL LAAROIBAJOURNAL LAAROIBA Sehingga ketiga variabel independent yaitu ROA, TATO dan DER berpengaruh signifikan secara gabungan (simultan). Hasil dari pengujian dan analisis yangSehingga ketiga variabel independent yaitu ROA, TATO dan DER berpengaruh signifikan secara gabungan (simultan). Hasil dari pengujian dan analisis yang
IAINSORONGIAINSORONG Penerapan hukum Islam di Indonesia menghadapi tantangan akibat tarik-menarik antara agama, negara, dan adat, yang memicu ketegangan sosial dan ketidakpastianPenerapan hukum Islam di Indonesia menghadapi tantangan akibat tarik-menarik antara agama, negara, dan adat, yang memicu ketegangan sosial dan ketidakpastian
STIDNATSIRSTIDNATSIR Demikian pula, peran religiusitas, khususnya dalam konteks konsumen Muslim, terhadap niat beli telah mendapatkan perhatian yang cukup besar. Tinjauan literaturDemikian pula, peran religiusitas, khususnya dalam konteks konsumen Muslim, terhadap niat beli telah mendapatkan perhatian yang cukup besar. Tinjauan literatur
STKIPBANTENSTKIPBANTEN Tirakat merupakan salah satu bentuk praktik spiritual khas pesantren yang mengandung nilai-nilai pendidikan masyarakat, terutama bagi perempuan. PenelitianTirakat merupakan salah satu bentuk praktik spiritual khas pesantren yang mengandung nilai-nilai pendidikan masyarakat, terutama bagi perempuan. Penelitian
STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI Kelima, pada emphaty (empati) yaitu indikator perhatian terhadap pengguna layanan sudah baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah ketepatan waktu, saranaKelima, pada emphaty (empati) yaitu indikator perhatian terhadap pengguna layanan sudah baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah ketepatan waktu, sarana
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Artikel-artikel tersebut dilakukan dengan Critical Appraisal menggunakan JBI dengan hasil semua artikel yang include. Terdapat 3 tema yang dikategorikanArtikel-artikel tersebut dilakukan dengan Critical Appraisal menggunakan JBI dengan hasil semua artikel yang include. Terdapat 3 tema yang dikategorikan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Presentase Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan PHBS secara nasional pada tahun 2019 adalah 82,30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui danPresentase Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan PHBS secara nasional pada tahun 2019 adalah 82,30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
UNDIPUNDIP Namun, laba tersebut sering diperoleh tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka kerjaNamun, laba tersebut sering diperoleh tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka kerja
Useful /
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin Bahwa dari 52 orang responden sebagian besar mayoritas responden pijat sebanyak 16 responden (51.Karakteristik Responden Berdasarkan Pijat Oksitoksin Bahwa dari 52 orang responden sebagian besar mayoritas responden pijat sebanyak 16 responden (51.
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Industri ini memiliki kekuatan utama dalam ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Berdasarkan evaluasi Internal-Eksternal (IE), posisi industri ini beradaIndustri ini memiliki kekuatan utama dalam ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Berdasarkan evaluasi Internal-Eksternal (IE), posisi industri ini berada
MITRAHUSADAMITRAHUSADA 7%) memiliki sikap yang tidak baik terhadap perawatan lanjutan bayi prematur. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap ibu terhadap7%) memiliki sikap yang tidak baik terhadap perawatan lanjutan bayi prematur. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap ibu terhadap
MITRAHUSADAMITRAHUSADA 6%) tahun sedangkan dengan usia 20-25 sebanyak 6 responden dan usia kurang dari 20 sebanyak 1 responden. Uji statistic yang telah dilakukan menunjukkan6%) tahun sedangkan dengan usia 20-25 sebanyak 6 responden dan usia kurang dari 20 sebanyak 1 responden. Uji statistic yang telah dilakukan menunjukkan