IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Pada akhir pemerintahan Ottoman, umat Islam mengalami kemunduran yang luar biasa di berbagai bidang. Hal ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sulitnya umat Islam dalam memahami Islam, penyebaran pemahaman Islam yang terkesan kuno, dan praktik mengamalkan ajaran Islam yang dinilai cukup menyimpang. Salah satu penyebab dari semua penyebab tersebut adalah ayat-ayat Al-Quran yang dipahami tidak sesuai dengan konteks zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan interpretasi bernuansa reformis-modernis dalam konteks ideologi, pengaruh, penafsir yang relevan, dan kritik terhadap Islam tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan tafsir reformis muncul sebagai respon terhadap kemunduran umat Islam dalam segala aspek kehidupan. Para reformis seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Rida memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan tafsir bernuansa reformis-modernis. Mufassir terkemuka di Nusantara yang membantu mengembangkan interpretasi bernuansa reformis antara lain A. Hassan, Oemar Bakri, Buya Hamka, dan KH. Bisri Musthofa. Para pemimpin gerakan reformis juga mengkritik banyak tradisionalis yang mereka anggap mengutamakan taqlid buta dan terpapar bidah dan khurafat.

Kehadiran kelompok reformis-modernis telah memberikan warna baru dan segar bagi perkembangan khazanah ilmiah tafsir di dunia, termasuk Indonesia.Tafsir dikembangkan tidak hanya sebagai referensi untuk pengetahuan dan ilmu, tetapi juga sebagai jawaban atas masalah yang muncul seiring dengan perkembangan era dan semakin kompleksnya masalah yang ada.Tidak dapat dipungkiri bahwa pemikiran Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida telah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pemikiran para penafsir di Indonesia.Hal ini juga tidak terlepas dari bentuk kritik terhadap tradisionalis yang masih terikat oleh adat istiadat dan tradisi serta perilaku mereka yang dianggap sebagai penyalahgunaan akal dan ijtihad.Para tokoh reformis-modernis percaya bahwa pintu ijtihad tidak akan pernah tertutup karena ilmu terus berkembang.Hal ini tentu bertentangan dengan kelompok tradisionalis yang cenderung kaku dengan teks yang telah dikembangkan oleh pendahulu mereka.Tafsir Al-Furqan dan Tafsir Al-Ibriz adalah salah satu bukti nyata bahwa pemikiran reformis-modernis adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari.Dari kedua buku tafsir tersebut, kita dapat menyimpulkan bagaimana interpretasi yang dihasilkan sangat relevan dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di Indonesia.Tentu saja, penelitian terbatas ini akan sangat menarik untuk lebih diteliti oleh pengamat tafsir, terutama pengamat tafsir di Nusantara.Pengamat dan peneliti tafsir didorong untuk lebih mendalami satu per satu karya tafsir yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh di Nusantara yang sebenarnya tidak kalah dengan buku-buku tafsir yang sebelumnya dikembangkan oleh ulama di Timur Tengah.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan studi komparatif antara tafsir reformis-modernis dengan tafsir tradisionalis untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan, metode, dan hasil interpretasi. Kedua, meneliti lebih lanjut pengaruh pemikiran reformis-modernis pada perkembangan tafsir di Indonesia, termasuk pengaruhnya pada pemikiran para mufassir terkemuka di Nusantara. Ketiga, menganalisis dampak tafsir reformis-modernis terhadap pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat Indonesia, serta bagaimana tafsir ini dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas dalam Islam.

  1. Studi Corak Ad?bi Ijtim?’? Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka | Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qurán... jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/alkauniyah/article/view/372Studi Corak Ad bi Ijtim Ao Dalam Tafsir Al Azhar Karya Hamka Al Kauniyah Jurnal Ilmu Al Quryn jurnal stain madina ac index php alkauniyah article view 372
  2. Gerakan Pembaharuan Keagamaan Reformis-Modernis: Studi Terhadap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama | Resolusi:... doi.org/10.32699/resolusi.v1i1.158Gerakan Pembaharuan Keagamaan Reformis Modernis Studi Terhadap Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Resolusi doi 10 32699 resolusi v1i1 158
  3. Resonance Of Reformist-Modernist Islamic Thought in Interpretation and Its Influence on The Development... ejournal.iai-tabah.ac.id/madinah/en/article/view/3079Resonance Of Reformist Modernist Islamic Thought in Interpretation and Its Influence on The Development ejournal iai tabah ac madinah en article view 3079
  4. MODERNISME DALAM TAFSIR TRADISIONALIS: (Nuansa Tafsir ‘Ilmī dalam Tafsīr al-Ibrīz Karya Bisri... jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/qof/article/view/211MODERNISME DALAM TAFSIR TRADISIONALIS Nuansa Tafsir AoIlm dalam Tafsr al Ibrz Karya Bisri jurnalfuda iainkediri ac index php qof article view 211
Read online
File size874.38 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test