STAI IUSTAI IU

TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAMTABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Artikel ini membahas model edukasi keluarga maslahah yang dikembangkan oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur sebagai respons terhadap tantangan sosial yang dihadapi keluarga Nahdliyin, seperti tingginya angka perceraian, krisis kesehatan mental, dan ketahanan ekonomi yang lemah. Menggunakan pendekatan Partisipatory Action Research (PAR), artikel ini menelaah proses pelaksanaan edukasi yang terbagi dalam empat siklus tematik: sunat perempuan dalam perspektif Islam dan antropologi hukum, keluarga mindful di bulan Ramadan, kesehatan mental sebagai fondasi kemaslahatan keluarga, dan ketahanan ekonomi keluarga. Setiap tema dikaji secara kritis dengan menggunakan pisau analisis maqāṣid al-syarīah, teori ketahanan keluarga, dan pendekatan kesehatan masyarakat berbasis keluarga. Temuan artikel menunjukkan bahwa edukasi berbasis nilai-nilai Islam yang kontekstual dapat menjadi instrument yang strategis dalam membangun kesadaran kritis masyarakat untuk membentuk keluarga yang harmonis, sehat, dan tangguh. Program ini tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap isu-isu keluarga, tetapi juga menumbuhkan partisipasi aktif komunitas dalam merumuskan solusi atas persoalan keluarga secara kolektif. Artikel ini berkontribusi pada literatur mengenai penguatan keluarga dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia, dengan menawarkan model edukasi yang integratif antara nilai keislaman, pendekatan ilmiah, dan praktik sosial transformatif.

Program edukasi keluarga maslahah yang dilaksanakan oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga PWNU Jawa Timur menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis nilai dan kontekstual dalam upaya penguatan ketahanan keluarga masyarakat Nahdliyin.Melalui empat siklus materi yang disampaikan —mulai dari kritik terhadap praktik sunat perempuan, penguatan spiritualitas keluarga di bulan Ramadan, urgensi kesehatan mental, hingga ketahanan ekonomi keluarga— kegiatan ini berusaha menjawab tantangan konkret yang dihadapi oleh keluarga Muslim di Jawa Timur.Dari sisi teoretis, program ini menegaskan bahwa konsep keluarga maslahah tidak hanya dapat dipahami secara normatif-teologis, tetapi juga harus dioperasionalisasi dalam strategi edukatif dan advokatif yang relevan dengan konteks sosial masyarakat.Misalnya, pendekatan maqāṣid al-syarīah dalam membahas praktik sunat perempuan memberikan legitimasi keagamaan untuk menghentikan praktik yang membahayakan perempuan.Sementara itu, integrasi antara pendekatan kesehatan mental dan nilai-nilai keagamaan menunjukkan bahwa kemaslahatan keluarga mencakup dimensi psikologis yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam dakwah tradisional.Hasil pengabdian ini juga menegaskan bahwa untuk membangun keluarga yang tangguh, dibutuhkan kerja sama antarsektor —baik agama, kesehatan, maupun ekonomi.Edukasi saja tidak cukup tanpa adanya pendampingan, fasilitasi, dan kebijakan yang mendukung lingkungan sosial yang adil gender, sehat mental, dan mandiri secara ekonomi.Oleh karena itu, program ini memberikan contoh awal tentang bagaimana pendekatan partisipatif dan transformatif dalam penguatan keluarga berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi model strategis yang dapat direplikasi dalam konteks komunitas pesantren dan masyarakat Muslim lainnya.Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa edukasi keluarga maslahah bukan semata-mata penguatan nilai-nilai Islam dalam keluarga, melainkan juga bentuk rekonstruksi sosial atas peran keluarga sebagai pilar perubahan masyarakat.Melalui pendekatan partisipatif, program ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga subjek aktif dalam membangun keluarga yang sejahtera dan maslahat secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari program edukasi keluarga maslahah ini terhadap perubahan perilaku dan praktik keluarga Nahdliyin. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk mendalami pengalaman dan perspektif peserta, serta menganalisis perubahan sosial yang terjadi dalam keluarga mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan strategi komunikasi yang lebih adaptif terhadap budaya lokal dalam konteks edukasi keluarga. Hal ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara nilai-nilai syariah dan norma tradisional, serta meningkatkan efektivitas edukasi dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi perempuan dalam penguatan keluarga Nahdliyin. Dengan mempertimbangkan studi sebelumnya tentang gender equality dalam pendidikan keluarga, penelitian ini dapat menganalisis bagaimana partisipasi perempuan dalam program edukasi keluarga dapat meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Read online
File size295.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test