PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Latar belakang dan tujuan: Masalah pemborosan makanan di Indonesia merupakan isu mendesak, terutama di sektor makanan informal seperti Warung Tegal, yang telah mendapat perhatian yang tidak memadai dalam inisiatif pengurangan sampah. Meskipun prevalensinya tinggi, penelitian tentang perilaku pemborosan makanan di sektor ini masih terbatas, menciptakan celah dalam pemahaman bagaimana manajer, karyawan, dan konsumen memengaruhi pembuangan makanan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku manajer, karyawan, dan konsumen Warung Tegal. Metode: Studi ini menggunakan desain fenomenologis kualitatif dengan analisis tema, berdasarkan wawancara mendalam dan observasi lapangan terhadap 12 informan, termasuk manajer, karyawan, konsumen dari tiga outlet Warung Tegal, serta aktivis lingkungan (FoodCycle Indonesia), Badan Lingkungan Jakarta Selatan, dan petugas pengangkut sampah. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pemborosan makanan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor perilaku. Ditemukan bahwa satu dari tiga Warung Tegal telah menerapkan pemilahan sampah, meskipun dukungan pemerintah untuk pengelolaan sampah makanan dianggap tidak memadai. Selain itu, program kesadaran tentang pengelolaan sampah makanan belum ditujukan kepada pemilik usaha Warung Tegal dan petugas pengelola sampah, yang memainkan peran penting dalam siklus ini. Kesimpulan: Analisis perilaku informan menunjukkan bahwa pemborosan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akses masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah dan inisiatif dukungan yang disesuaikan dengan sektor Warung Tegal. Temuan ini menekankan bahwa operator usaha Warung Tegal dapat secara signifikan diuntungkan oleh dukungan pemerintah dan organisasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko pemborosan makanan dan mengatasi isu kritis ini.

Pemborosan makanan di Warung Tegal dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akses masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah dan inisiatif dukungan yang disesuaikan.Diperlukan pendekatan yang lebih terarah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemangku kepentingan.Strategi pengelolaan sampah yang efektif dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan pengelola Warung Tegal diperlukan untuk mengurangi dampak negatif pemborosan makanan.

Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program kesadaran yang ditujukan kepada pemilik usaha Warung Tegal dan petugas pengelola sampah. Kedua, studi lebih lanjut tentang pengaruh sistem pemilahan sampah yang diterapkan di Warung Tegal terhadap pengurangan pemborosan makanan dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga, penelitian dapat fokus pada peran teknologi atau inovasi dalam memperbaiki praktik pengelolaan sampah di sektor makanan informal. Saran-saran ini bertujuan untuk mengembangkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah makanan.

  1. Analysis of food waste behavior among managers, employees, and consumers at Warung Tegal in 2025 | Public... phpmarchive.org/index.php/phpma/article/view/499Analysis of food waste behavior among managers employees and consumers at Warung Tegal in 2025 Public phpmarchive index php phpma article view 499
  2. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
Read online
File size359.96 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test