IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Diyakini bahwa hukum Islam memberikan porsi waris yang adil bagi laki-laki dan perempuan atau di antara putra dan putri. Namun, hal ini tidak selalu terjadi seperti yang terjadi di masyarakat Angkola Batak dengan mayoritas Muslim di Tapanuli Selatan. Artikel ini berfokus pada perolehan porsi waris anak perempuan yang menikah. Masalah yang dibahas adalah: Pertama, apa jenis perolehan porsi waris anak perempuan yang menikah dalam adat Angkola Batak? Kedua, apa faktor pemicu di balik jenis perolehan porsi waris anak perempuan yang menikah? Ketiga, bagaimana praktik pembagian tersebut berdampak pada hukum Islam?.

Artikel ini mengungkapkan bagaimana masyarakat Angkola Batak menyesuaikan keyakinan agama mereka dengan kebiasaan lokal dalam membagi warisan.Anak perempuan yang menikah, dalam konteks ini, menjadi pusat perhatian karena mereka diharapkan memainkan peran besar dalam lingkaran keluarga suami, tetapi ditempatkan dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam hal hak waris dari keluarga asal mereka.Empat jenis menunjukkan bahwa dalam setiap skema, diskriminasi ada dalam hal porsi, jenis aset, prosedur pemberian dan pengambilalihan karena seluruh faktor pemicu adalah keyakinan yang dibangun secara sosial yang berasal dari ide superioritas laki-laki atas perempuan.Meskipun hukum Islam tidak secara mendadak menyerukan porsi yang sama untuk keduanya, ia menekankan bahwa setiap anak berhak atas aset warisan dari orang tua mereka.Di sisi lain, kewajiban orang tua untuk memperlakukan mereka secara adil sangat relevan dengan konteks warisan dan perkembangan terbaru untuk peran putra dan putri yang fleksibel dalam kehidupan publik dan pribadi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perspektif yang lebih beragam dari informan yang lebih luas, sehingga dapat memanaskan diskusi akademik dan pembuatan kebijakan yang relevan tentang akses perempuan terhadap aset warisan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis implikasi hukum Islam terhadap praktik warisan di masyarakat Angkola Batak, terutama dalam hal diskriminasi gender dan hak waris anak perempuan yang menikah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi konsep-konsep penyeimbang yang ada dalam budaya lokal Angkola Batak, seperti kebiasaan putra membantu saudara perempuannya secara finansial, dan bagaimana konsep-konsep ini dapat mengarah pada perspektif yang lebih moderat atau egaliter dalam pembagian warisan.

  1. ORIENTASI NILAI BUDAYA BATAK TOBA, ANGKOLA DAN MANDAILING DALAM MEMBINA INTERAKSI DAN SOLIDARITAS SOSIAL... doi.org/10.51900/ssr.v3i2.8879ORIENTASI NILAI BUDAYA BATAK TOBA ANGKOLA DAN MANDAILING DALAM MEMBINA INTERAKSI DAN SOLIDARITAS SOSIAL doi 10 51900 ssr v3i2 8879
  2. Kewarisan Beda Agama di Nagari Persiapan Bancah Kariang Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat | Al-Istinbath:... doi.org/10.29240/jhi.v6i2.3479Kewarisan Beda Agama di Nagari Persiapan Bancah Kariang Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Al Istinbath doi 10 29240 jhi v6i2 3479
Read online
File size542.43 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test