FMIPAUKITFMIPAUKIT

Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)

Chromolaena odorata L. diketahui memiliki senyawa bioaktif yang potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku obat-obatan. Senyawa bioaktif dari Chromolaena odorata L. dilaporkan memiliki aktivitas farmakologi diantara sebagai anti-bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antibakteri S. aureus dari ekstrak batang Chromolaena odorata L. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak 25, 50, 75, 100 dan 125 µg/disc. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak etanol Chromolaena odorata L. memiliki aktivitas anti-bakteri S. aureus dengan diameter zona hambat 12.14, 11.99, 12.63, 12.62, dan 13.85 mm/disc.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dari batang Chromolaena odorata (Chromolaena odorata L.) menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Aktivitas antibakteri ini terbukti dengan pembentukan zona hambat pada media agar, dengan diameter zona hambat bervariasi sesuai dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan.Hasil ini mengindikasikan potensi Chromolaena odorata sebagai sumber senyawa antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi farmasi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam ekstrak Chromolaena odorata yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri. Hal ini dapat dilakukan melalui metode kromatografi dan spektroskopi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada optimasi metode ekstraksi untuk meningkatkan yield senyawa antibakteri dari Chromolaena odorata. Variasi pelarut, suhu, dan waktu ekstraksi dapat dieksplorasi untuk mencapai hasil yang optimal. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak Chromolaena odorata dalam kombinasi dengan antibiotik konvensional untuk mengatasi resistensi bakteri. Studi in vitro dan in vivo dapat dilakukan untuk menguji sinergisme antara ekstrak dan antibiotik, serta untuk menentukan dosis yang efektif dan aman. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi Chromolaena odorata sebagai agen antibakteri alami, serta membuka peluang pengembangan produk farmasi yang inovatif dan berkelanjutan.

Read online
File size386.56 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test