AKPERFATMAWATIAKPERFATMAWATI

JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam sistem pembelajaran di pendidikan kebidanan, salah satunya melalui implementasi e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas e-learning sebagai medium peningkatan kompetensi mahasiswa kebidanan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Desain kuantitatif menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest kuasi-eksperimental, melibatkan 80 mahasiswa kebidanan yang dibagi menjadi kelompok e-learning dan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi, kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji t berpasangan, uji t independen, dan uji ukuran efek, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok e-learning mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional, dengan perbedaan yang signifikan (p<0.05). Nilai ukuran efek (effect size) menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Lebih lanjut, e-learning juga meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, kemandirian belajar, dan literasi digital mahasiswa. Mahasiswa menyatakan persepsi positif terhadap fleksibilitas, kemudahan akses, dan interaktivitas pembelajaran berbasis digital. Namun, implementasi e-learning masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan koneksi internet, kesiapan teknologi, dan praktik klinis langsung yang terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-learning merupakan medium pembelajaran yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kebidanan di era digital, terutama bila dikombinasikan dengan pendekatan blended learning.

Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi e-learning dalam pendidikan kebidanan efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa (kognitif, afektif, psikomotorik), dengan hasil belajar lebih tinggi dan persepsi positif terhadap fleksibilitas serta kemudahan akses.Meskipun mendukung kemandirian dan literasi digital, e-learning masih menghadapi kendala seperti akses internet, kesiapan teknologi, dan keterbatasan praktik klinis langsung.Oleh karena itu, blended learning merupakan strategi paling efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran digital dengan praktik klinis, menjadikannya medium inovatif yang memerlukan dukungan infrastruktur dan kompetensi digital yang memadai.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi desain e-learning yang lebih inovatif untuk mengatasi tantangan yang ada. Salah satu pertanyaan penting adalah bagaimana merancang modul e-learning interaktif dan berbasis gamifikasi yang secara efektif dapat mencegah kelelahan digital (digital fatigue) dan mempertahankan motivasi belajar mahasiswa kebidanan, khususnya saat mempelajari materi klinis yang kompleks dan membutuhkan pemahaman mendalam. Desain semacam ini perlu dievaluasi tidak hanya dari segi peningkatan kognitif, tetapi juga dampak terhadap keterlibatan emosional dan kemandirian belajar. Selain itu, mengingat keterbatasan praktik klinis langsung dalam e-learning, perlu diteliti lebih lanjut mengenai kombinasi optimal antara simulasi virtual realitas (VR) dan praktik langsung di laboratorium atau rumah sakit. Bagaimana urutan dan proporsi yang tepat dari pembelajaran VR dengan praktik klinis tradisional dapat secara maksimal mengembangkan keterampilan psikomotorik dan kemampuan pengambilan keputusan klinis mahasiswa kebidanan? Pertanyaan ini akan membantu merumuskan model blended learning yang paling efektif. Terakhir, dengan mempertimbangkan kendala infrastruktur dan kesiapan teknologi, studi dapat mengeksplorasi dampak kesenjangan literasi digital dan ketersediaan internet yang tidak merata terhadap efektivitas e-learning di berbagai institusi atau daerah. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat merancang strategi intervensi yang lebih tepat untuk memastikan bahwa manfaat e-learning dapat diakses secara adil oleh semua mahasiswa kebidanan, serta mengidentifikasi dukungan teknologi yang paling krusial untuk implementasi yang sukses.

  1.  . 0 doi.org/10.3390/ijerph17051589A 0 doi 10 3390 ijerph17051589
Read online
File size212.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test