SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Salah satu permasalahan yang banyak ditemukan pada masyarakat adalah rendahnya pemahaman tentang kesehatan, salah satunya terkait keluhan atau penyakit yang diderita, termasuk penyakit hipertensi. Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat antara lain ketidaksadaran bahwa dirinya menderita hipertensi. Berdasarkan survei awal tim pengabdian, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi masih kurang, ditandai dengan tingkat pengetahuan sebesar 60% sebelum dilakukan sosialisasi tentang hipertensi sebagai bentuk antisipasi komplikasi lanjut. Hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga penting dilakukan sosialisasi (penyampaian materi) terkait hipertensi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat mengantisipasi komplikasi lanjut dari hipertensi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi (penyampaian materi), diskusi, dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa setelah sosialisasi, 90% masyarakat memahami penjelasan tentang hipertensi dalam bentuk antisipasi komplikasi lanjut.

Terdapat perubahan pola pikir masyarakat tentang hipertensi dari sebelumnya kurang paham menjadi paham.Pemahaman masyarakat tentang hipertensi dalam upaya antisipasi komplikasi lanjut meningkat secara signifikan.Kegiatan pengabdian ini merupakan inisiatif positif yang perlu dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pihak desa dengan dukungan kolaborasi dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas media digital seperti aplikasi atau pesan singkat dalam menyampaikan edukasi hipertensi kepada lansia di desa terpencil, mengingat keterbatasan akses tatap muka. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang pengaruh pendekatan CERDIK berbasis keluarga terhadap kepatuhan dalam manajemen hipertensi, mengingat keluarga merupakan unit terkecil yang berperan besar dalam perubahan perilaku kesehatan. Ketiga, diperlukan penelitian yang mengevaluasi model pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan desa agar mampu menjalankan edukasi hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan, termasuk pengukuran dampak jangka panjang terhadap penurunan angka kejadian stroke. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan dari kegiatan sosialisasi yang sudah dilakukan dan memperkuat sistem pencegahan hipertensi di tingkat komunitas. Fokus pada aspek kemandirian masyarakat, pemanfaatan teknologi sederhana, dan keterlibatan keluarga akan menjadikan intervensi lebih berkelanjutan. Dengan demikian, edukasi tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari budaya sehat di masyarakat. Studi-studi tersebut juga perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik seperti gender dan tingkat pendidikan yang berpengaruh terhadap pemahaman dan kepatuhan. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara longitudinal untuk melihat perubahan perilaku jangka panjang. Kolaborasi dengan fasilitas kesehatan setempat harus tetap menjadi bagian integral dari rancangan penelitian. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem pencegahan komplikasi hipertensi yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan di tingkat desa.

  1. Pola Pencegahan Primer Stroke Oleh Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang: Studi Deskriptif... doi.org/10.30651/jkm.v4i2.3127Pola Pencegahan Primer Stroke Oleh Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Studi Deskriptif doi 10 30651 jkm v4i2 3127
Read online
File size298.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test