SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Penyakit kecacingan tersebar luas di seluruh kepulauan Indonesia, umumnya di daerah tropis, dan ditularkan melalui tanah. Penularan terjadi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing infektif. Lalat juga berperan sebagai vektor mekanik penyebar penyakit. Parasit ini dapat menurunkan daya tahan tubuh karena cacing menyerap nutrisi dari tubuh manusia, terutama karbohidrat dan protein, yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak-anak sekolah minggu GKPS masih banyak yang tidak menjaga kebersihan tubuh, seperti tidak memotong kuku tangan dan kaki.Penting untuk memberikan pelatihan cara mencuci tangan dengan baik dan benar, mengedukasi anak-anak untuk memakai alas kaki saat keluar rumah, dan meningkatkan keterampilan mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain di luar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide. Pertama, apakah edukasi pencegahan kecacingan ini efektif dalam jangka panjang? Apakah anak-anak tetap menerapkan kebersihan dan perilaku yang baik setelah pelatihan? Kedua, bagaimana peran orang tua dan lingkungan dalam mendukung edukasi ini? Apakah ada perbedaan dampak edukasi antara anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan? Ketiga, apakah ada metode alternatif untuk mencegah kecacingan, seperti penggunaan obat-obatan atau vaksin? Apakah metode ini lebih efektif dan dapat diterapkan secara luas?.

Read online
File size211.31 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test