IDID

Jurnal Ilmu Komputer dan InformatikaJurnal Ilmu Komputer dan Informatika

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Agile, khususnya Scrum dan Kanban, dalam pengelolaan proyek perangkat lunak teknologi informasi. Melalui Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis berbagai studi yang membahas penerapan kedua metode tersebut di berbagai konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Scrum maupun Kanban memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempengaruhi efektivitasnya dalam manajemen proyek. Scrum diakui sebagai kerangka kerja yang fleksibel dan adaptif, cocok untuk proyek-proyek kompleks, namun implementasinya dapat menjadi rumit dan memerlukan pemahaman mendalam. Di sisi lain, Kanban menawarkan visualisasi alur kerja yang jelas, meningkatkan kolaborasi tim dan identifikasi hambatan, tetapi kurangnya struktur dapat menyulitkan tim dalam menetapkan prioritas. Penelitian ini juga menemukan bahwa kedua metode sama-sama efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas hasil proyek, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Dari hasil penelitian yang membandingkan efektivitas metode manajemen proyek TI Scrum dan Kanban melalui tinjauan pustaka sistematis, dapat disimpulkan bahwa kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuatnya efektif dalam konteks yang berbeda.Scrum terbukti lebih fleksibel dan cocok untuk proyek yang kompleks, sementara Kanban menawarkan visualisasi alur kerja yang meningkatkan kolaborasi dan identifikasi masalah.Penelitian ini menunjukkan bahwa baik Scrum maupun Kanban dapat meningkatkan keberhasilan proyek TI, tergantung pada karakteristik proyek dan kebutuhan tim.Oleh karena itu, pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal dalam manajemen proyek TI.

Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan bagi praktisi dan peneliti untuk mempertimbangkan karakteristik spesifik dari proyek yang akan dikelola sebelum memilih metode manajemen proyek. Untuk proyek yang lebih kompleks dan memerlukan fleksibilitas tinggi, Scrum dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Sebaliknya, untuk proyek yang memerlukan visualisasi alur kerja dan pengelolaan tugas yang berkelanjutan, Kanban dapat lebih efektif. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi kedua metode ini dan bagaimana mereka dapat saling melengkapi dalam konteks manajemen proyek TI. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan metodologi manajemen proyek yang lebih inovatif dan adaptif di masa depan.

  1. TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: MANAJEMEN SUMBER DAYA TI DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN | JATI (Jurnal Mahasiswa... doi.org/10.36040/jati.v8i1.8717TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS MANAJEMEN SUMBER DAYA TI DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN JATI Jurnal Mahasiswa doi 10 36040 jati v8i1 8717
  2. ANALISIS PERBANDINGAN METODE MANAJEMEN PROYEK TI YANG PALING SERING DIGUNAKAN DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI:... doi.org/10.35508/jom.v15i2.7527ANALISIS PERBANDINGAN METODE MANAJEMEN PROYEK TI YANG PALING SERING DIGUNAKAN DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI doi 10 35508 jom v15i2 7527
  3. Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban (Studi Kasus: PT. XYZ) | Jurnal Teknologi Informasi... doi.org/10.25126/jtiik.2020701676Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Kanban Studi Kasus PT XYZ Jurnal Teknologi Informasi doi 10 25126 jtiik 2020701676
  4. Systematic Literature Review: Kemampuan Pembuktian Matematis | Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika.... doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1987Systematic Literature Review Kemampuan Pembuktian Matematis Jurnal Cendekia Jurnal Pendidikan Matematika doi 10 31004 cendekia v7i1 1987
Read online
File size227.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test