POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

Journal of Midwifery and Community Health (JMCH)Journal of Midwifery and Community Health (JMCH)

Tingkat kematian bayi (IMR) dan kematian neonatus tetap menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat. Masa neonatus merupakan periode kritis penyesuaian dari lingkungan intrauterin ke ekstrauterin yang secara signifikan menentukan kelangsungan hidup bayi. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan perawatan kebidanan komprehensif bagi neonatus dan mendokumentasikannya dalam format SOAP. Perawatan kebidanan diberikan kepada Ny. N, seorang neonatus di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada tahun 2026. Data subjektif menunjukkan kelahiran normal, tangisan kuat segera setelah lahir, dan menyusui eksklusif yang baik. Hasil pemeriksaan objektif menunjukkan kondisi umum bayi baik, kesadaran jernih, tanda vital stabil (denyut jantung 138 kali/menit, pernapasan 45 kali/menit, suhu 37°C), dan hasil antropometri dalam batas normal. Perawatan kebidanan esensial mencakup kunjungan neonatus (KN) sesuai standar pelayanan minimum, konseling perawatan tali pusat bersih dan kering, panduan teknik menyusui eksklusif, implementasi Manajemen Terpadu Bayi Baru Lahir (MTBM), dan pendidikan tanda bahaya pada neonatus. Hasil perawatan menunjukkan bahwa orang tua memahami konseling yang diberikan, mampu menunjukkan perawatan mandiri terhadap bayi, dan bersedia mematuhi jadwal kunjungan neonatus lengkap. Perawatan kebidanan berkualitas dan berkelanjutan diharapkan dapat mendeteksi risiko komplikasi dini selama bulan pertama kehidupan. Ini membantu mengurangi kematian bayi.

Ns neonate menerima perawatan kebidanan empat kali di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.Bayi lahir pada usia term melalui persalinan spontan pada 8 April 2026.Hasil penilaian menunjukkan kondisi umum bayi baik, penyesuaian fisiologis yang baik, dan tidak ada kelainan kongenital atau komplikasi serius selama masa neonatus.perawatan neonatus esensial, tahap I, II, dan III.Pada perawatan neonatus tahap II, bayi mengalami gejala ringan miliaria (panas dalam) yang dikelola melalui edukasi perawatan kulit bayi dan manajemen lingkungan.Perawat memberikan konseling tentang perawatan bayi, menyusui eksklusif, perawatan tali pusat, pencegahan hipotermia, tanda bahaya neonatus, dan manajemen miliaria.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ibu memahami semua penjelasan yang diberikan dan mampu merawat bayi secara mandiri di rumah.Ns neonate sehat selama masa neonatus, dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai usia serta tidak ada komplikasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program kunjungan neonatus berbasis komunitas di daerah terpencil seperti Meunasah Krueng untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan bayi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh pendidikan kesehatan ibu terhadap kepatuhan dalam pencegahan miliaria pada neonatus. Penelitian juga dapat mengembangkan metode diagnostik cepat untuk mengidentifikasi tanda bahaya neonatus melalui teknologi digital, yang dapat meningkatkan deteksi dini komplikasi dan mengurangi risiko kematian bayi di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.

Read online
File size160.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test