POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

Journal of Midwifery and Community Health (JMCH)Journal of Midwifery and Community Health (JMCH)

Masa bayi, yaitu 0-12 bulan, adalah periode kritis yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan. Pada periode ini, bayi rentan terhadap berbagai masalah kesehatan dan memerlukan perhatian dan pemantauan optimal. Kondisi kesehatan bayi akan berdampak pada kualitas hidup dan status kesehatan anak di masa depan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2022, akan terjadi sekitar 2,4 juta kematian bayi di seluruh dunia, atau sekitar 6.700 kematian per hari. Sebagian besar kematian terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan akibat asfiksia, kelahiran prematur, infeksi, malnutrisi, dan kelainan bawaan. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator penting untuk menilai kesehatan masyarakat. AKB didefinisikan sebagai jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun per 1.000 kelahiran hidup di tahun yang sama. AKB di Provinsi Aceh fluktuatif selama periode 2020-2024. Pada tahun 2020 dan 2021, AKB tercatat sebesar 9 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini meningkat menjadi 11 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022, kemudian menurun menjadi 10 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2023 dan kembali turun menjadi 8 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. AKB di Kabupaten Aceh Besar menunjukkan tren penurunan, dari 6 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2024 menjadi 5,4 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.

Perawatan bidan yang diberikan kepada bayi A berusia 4 bulan berfokus pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, mendukung pemberian ASI eksklusif, memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, dan merangsang perkembangan sesuai usia bayi.Perawatan bidan yang komprehensif dan berkelanjutan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan bayi dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Untuk mengurangi Angka Kematian Bayi (AKB), perlu dilakukan upaya-upaya seperti meningkatkan cakupan imunisasi, memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin. Selain itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang perawatan bayi dan mendorong partisipasi mereka dalam program imunisasi. Upaya-upaya ini dapat didukung oleh strategi nasional untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, yang sejalan dengan target SDGs untuk menurunkan AKB menjadi di bawah 12 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan bidan yang komprehensif dapat membantu menjaga kesehatan bayi dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas intervensi-intervensi ini dalam mengurangi AKB dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.

Read online
File size167.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test