UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

Essence: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and LiteratureEssence: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature

Mahasiswa di Indonesia masih memiliki kebiasaan membaca yang rendah. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diciptakan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Membaca buku non-pembelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai adalah salah satu kegiatan dalam gerakan ini. Observasi, wawancara, jurnal respons siswa, catatan lapangan, dan rekaman video dilakukan untuk mengumpulkan data untuk menyelidiki implementasi GLS di salah satu sekolah menengah pertama Islam negeri di sebuah kota kecil di Jawa Timur untuk mengetahui apakah negosiasi siswa terhadap teks untuk pemahaman bacaan mereka efektif atau tidak untuk mengajar membaca. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menunjukkan bahwa sekolah tersebut berada pada tahap implementasi kebiasaan GLS. Siswa menggunakan kedua proses bottom-up dan top-down untuk bernegosiasi dengan teks untuk pemahaman bacaan mereka. Penelitian ini juga membuktikan bahwa implementasi GLS efektif sebagai teknik untuk mengajar membaca.

Berdasarkan hasil dari empat observasi, dapat disimpulkan bahwa sekolah ini berada pada tahap kebiasaan implementasi GLS.Sekolah perlu mengembangkan GLS untuk meningkatkan tahap menjadi tahap pengembangan dan tahap pembelajaran.Untuk menyelesaikan semua tahap, yaitu tahap kebiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, diperlukan koordinasi yang baik antara kepala sekolah, staf, guru, siswa, orang tua, dan komponen lainnya yang terkait dengan GLS.Dalam 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai, siswa menggunakan proses bottom-up pada observasi pertama dan kedua, dan menggunakan kedua proses top-down dan bottom-up pada observasi ketiga dan terakhir untuk bernegosiasi dengan teks untuk pemahaman bacaan mereka.Hasil wawancara dengan guru bahasa Inggris dan jurnal respons siswa dapat disimpulkan bahwa implementasi GLS dapat efektif sebagai teknik dalam mengajar membaca.

Untuk penelitian selanjutnya, peneliti dapat menyelidiki faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi GLS di sekolah ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan tahap implementasi GLS menjadi tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak implementasi GLS terhadap kebiasaan membaca siswa dan pemahaman bacaan mereka.

  1. The Implementation of Gerakan Literasi Sekolah (Gls) as a Technique for Teaching Reading | Essence: Journal... doi.org/10.33367/essence.v1i1.5570The Implementation of Gerakan Literasi Sekolah Gls as a Technique for Teaching Reading Essence Journal doi 10 33367 essence v1i1 5570
Read online
File size320.22 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test