UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO
Tribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanTribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanPenelitian kontemporer tentang uṣūl al-fiqh terus menghadapi tantangan epistemologis akibat model interpretasi yang menempatkan hubungan antara teks, penafsir, dan otoritas agama secara hierarkis, yang berpotensi mengarah pada kecenderungan otoriter dalam penalaran hukum Islam. Hermeneutika otoriter Khaled Abou El-Fadl muncul sebagai kritik terhadap monopoli otoritas agama dengan mengusulkan kerangka interpretasi yang dialogis, etis, dan bertanggung jawab. Namun, kontribusi pemikiran Abou El-Fadl dalam merekonstruksi metodologi uṣūl al-fiqh belum diteliti secara sistematis. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep hermeneutika otoriter dan formulasi integrasinya dalam pengembangan uṣūl al-fiqh kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis perpustakaan dengan metode deskriptif-analisis, penelitian ini meneliti karya Abou El-Fadl bersama literatur uṣūl al-fiqh klasik dan kontemporer. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hermeneutika otoriter berkontribusi pada empat dimensi metodologis uṣūl al-fiqh. Pertama, seputar putusan hukum Islam (ḥukm sharʿī), membedakan otoritas ilahi dari interpretasi manusia, memosisikan hukum sebagai proses interpretatif berkelanjutan. Kedua, mengenai sumber dan bukti hukum (adillah), memperkuat mekanisme verifikasi teks untuk mencegah penggunaan selektif dan ideologis teks agama. Ketiga, dalam metode penalaran hukum (istinbāṭ), mengintegrasikan pertimbangan moral, konteks sosial, dan tujuan etis hukum Islam. Keempat, mengenai kualifikasi mujtahid, Abou El-Fadl merumuskan kembali otoritas interpretasi melalui lima prinsip: kejujuran, ketekunan, pengendalian diri, komprehensivitas, dan rasionalitas. Artikel ini berpendapat bahwa hermeneutika otoriter tidak menggantikan tradisi klasik uṣūl al-fiqh, tetapi merekonstruksi fondasi epistemologisnya menuju metodologi hukum Islam yang lebih inklusif, kritis, dan responsif secara sosial.
Artikel ini menunjukkan bahwa hermeneutika otoriter Khaled Abou El Fadl menawarkan kontribusi epistemologis signifikan dalam merekonstruksi uṣūl al-fiqh dengan meredefinisi hubungan antara teks, penafsir, dan otoritas agama melalui kerangka interpretatif yang dialogis, etis, dan bertanggung jawab.Daripada menggantikan tradisi klasik uṣūl al-fiqh, pendekatan Khaled merekonstruksi fondasi metodologisnya dengan mengintegrasikan penulis, teks, dan pembaca ke dalam proses negosiasi berkelanjutan.Rekonstruksi ini berkontribusi pada empat domain utama uṣūl al-fiqh.mereformulasi istinbāṭ al-aḥkām melalui interaksi maqāṣid al-shāri, maqāṣid al-naṣṣ, dan maqāṣid al-mujtahid.meredefinisikan bukti hukum sebagai hasil proses interpretatif yang bertanggung jawab.memperluas kualifikasi mujtahid dengan memasukkan lima prinsip etis.dan memperkuat peran komunitas interpretatif sebagai mekanisme akuntabilitas, rasionalitas, dan pelestarian tradisi hukum Islam yang dinamis.Pada saat yang sama, penelitian ini mengidentifikasi keterbatasan penting dalam proyek hermeneutika Khaled.Meskipun ia menerapkan kritik sejarah yang ketat terhadap tradisi hadis, ia sebagian besar mengecualikan Al-Quran dari pemeriksaan epistemologis yang serupa, menghasilkan perlakuan asimetris terhadap dua sumber hukum utama Islam.Namun, keterbatasan ini tidak mengurangi signifikansi kontribusi intelektualnya yang lebih luas.Integrasi hermeneutika otoriter ke dalam uṣūl al-fiqh mewakili dekolonisasi epistemologis yang menantang pola interpretasi otoriter sambil mempertahankan otoritas normatif hukum Islam.Akibatnya, ia menyediakan kerangka metodologis yang lebih dialogis, berlandaskan etika, dan sensitif konteks yang mampu mengatasi tantangan intelektual dan sosial pemikiran hukum Islam kontemporer.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan model interpretasi yang lebih inklusif dan responsif dalam uṣūl al-fiqh, yang mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan historis dalam penafsiran teks-teks agama. Model ini dapat menggabungkan pendekatan hermeneutika otoriter Khaled Abou El Fadl dengan teori-teori kritis kontemporer, seperti teori maqāṣid al-sharīah, untuk menciptakan kerangka interpretatif yang lebih dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial.. . 2. Melakukan penelitian komparatif antara hermeneutika otoriter Khaled Abou El Fadl dengan pendekatan-pendekatan interpretasi lain dalam uṣūl al-fiqh, seperti hermeneutika klasik dan modern. Penelitian ini dapat mengeksplorasi kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan, serta potensi integrasi antara hermeneutika otoriter dengan tradisi-tradisi interpretasi lainnya dalam uṣūl al-fiqh.. . 3. Menganalisis dampak penerapan hermeneutika otoriter Khaled Abou El Fadl dalam praktik hukum Islam kontemporer. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana hermeneutika otoriter dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial dan budaya, serta bagaimana penerapannya dapat mempengaruhi interpretasi hukum Islam dan praktik-praktik hukum di masyarakat. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan praktis dalam penerapan hermeneutika otoriter, serta strategi-strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
| File size | 859.34 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Penelitian ini menganalisis mediamorfosis Majalah Aula dari perspektif pasca-kolonial untuk menyelidiki bagaimana media Islam Nusantara mempertahankanPenelitian ini menganalisis mediamorfosis Majalah Aula dari perspektif pasca-kolonial untuk menyelidiki bagaimana media Islam Nusantara mempertahankan
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Dia menggunakan mode bayānī saat membahas masalah yang erat kaitannya dengan hukum Islam (fiqh) dan uṣūl al-fiqh, terutama dalam menafsirkan teksDia menggunakan mode bayānī saat membahas masalah yang erat kaitannya dengan hukum Islam (fiqh) dan uṣūl al-fiqh, terutama dalam menafsirkan teks
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Kesenjangan ini tercermin dalam pengambilan keputusan etis yang tidak konsisten dalam interaksi sosial sehari-hari dan dalam kesulitan menerapkan pengetahuanKesenjangan ini tercermin dalam pengambilan keputusan etis yang tidak konsisten dalam interaksi sosial sehari-hari dan dalam kesulitan menerapkan pengetahuan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko digital, pentingnya komunikasi terbuka dengan anak, serta penggunaanHasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai risiko digital, pentingnya komunikasi terbuka dengan anak, serta penggunaan
UIADUIAD Penelitian ini merekomendasikan penggunaan rumah tradisional Baeleo Hena Puan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pengajaran geometri di sekolah.Penelitian ini merekomendasikan penggunaan rumah tradisional Baeleo Hena Puan sebagai sumber belajar kontekstual dalam pengajaran geometri di sekolah.
UIADUIAD Berdasarkan temuan tinjauan literatur terkait sociomathematics dan ethnomathematics dalam literasi matematika, terungkap bahwa integrasi nilai-nilai sosialBerdasarkan temuan tinjauan literatur terkait sociomathematics dan ethnomathematics dalam literasi matematika, terungkap bahwa integrasi nilai-nilai sosial
UTMUTM Penggunaan teknologi digital dalam pengajaran yang didukung oleh pendekatan inklusif membentuk sikap toleran terhadap keragaman budaya. Untuk masa depan,Penggunaan teknologi digital dalam pengajaran yang didukung oleh pendekatan inklusif membentuk sikap toleran terhadap keragaman budaya. Untuk masa depan,
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Kepemimpinan transformasional menjadi kebutuhan mendesak guna menjawab kompleksitas zaman serta menjaga otentisitas dan ortodoksi iman Kristen di tengahKepemimpinan transformasional menjadi kebutuhan mendesak guna menjawab kompleksitas zaman serta menjaga otentisitas dan ortodoksi iman Kristen di tengah
Useful /
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif santri dalam memahami nilai-nilai ekologisDengan menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif santri dalam memahami nilai-nilai ekologis
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Di era digital seperti sekarang ini memberikan tantangan tersendiri bagi gereja dalam menjalankan amanat agung Tuhan Yesus Kristus untuk pergi dan menjadikanDi era digital seperti sekarang ini memberikan tantangan tersendiri bagi gereja dalam menjalankan amanat agung Tuhan Yesus Kristus untuk pergi dan menjadikan
MEDISTRAMEDISTRA Kesimpulan: Uji Kruskal Wallis menghasilkan nilai Asymp. Sig (0,000) < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pewarnaan Gram antara gentianKesimpulan: Uji Kruskal Wallis menghasilkan nilai Asymp. Sig (0,000) < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pewarnaan Gram antara gentian
MEDISTRAMEDISTRA Latar Belakang: Kanker serviks adalah salah satu penyakit menular seksual dengan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Penelitian ini bertujuan untukLatar Belakang: Kanker serviks adalah salah satu penyakit menular seksual dengan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk