IAI TABAHIAI TABAH
Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi IslamThis study reconstructs the methodological hierarchy for resolving apparent contradictions (taʿāruḍ al-adillah) within Islamic legal sources. It critically argues that the theories of nasikh-mansūkh (abrogation) and tarjīḥ (preferential weighting) are often prioritized disproportionately. Through theoretical examination and in-depth case studies, this research positions both theories as ultimum remedium (last resort), while asserting harmonization methods. This qualitative research with a descriptive-analytical approach utilizes primary data from the works of classical and contemporary scholars. The principle is tested through three critical case studies: the controversy over abrogation claims regarding peace-war verses, claims of contradiction between mutashābih hadiths and the Quran, and claims of abrogation concerning the hadith about a deceased person being tormented due to their familys weeping. The analysis confirms that genuine contradiction within revelation is impossible. The three case studies prove that existing contradictions are apparent (ẓāhirī) and can be resolved through semantic harmonization and contextual understanding. For example, the relationship between peace and war verses is explained by dynamic contextualization (munsaʾ), not permanent abrogation. In the case of the hadiths, the approaches of taʾwīl (figurative interpretation) and al-jamʿu prove effective in reconciling the texts. In conclusion, nasikh-mansūkh and tarjīḥ should serve as mechanisms of last resort, to be employed only after all efforts at harmonization and contextual interpretation have been exhausted. This article offers a methodological reconstruction in uṣūl al-fiqh by providing a clear hierarchy, challenging hasty conventional applications, and advocating for a paradigm that ensures the unity and contextual wisdom of the Shariah.
The research affirms a reorientation of the methodological hierarchy in responding to seemingly contradictory scriptural evidence, prioritizing reconciliation (al-jamu) and contextualization (al-munasabah wa al-munsa).Nasikh-mansukh and tarjih should be considered emergency solutions or last resorts, employed only after exhaustive harmonization efforts.This approach preserves the unity of revelation and ensures a comprehensive understanding of Islamic law.The study demonstrates that apparent contradictions can be resolved through careful analysis, contextual understanding, and appropriate interpretation, upholding the coherence and wisdom of Sharia.
Further research should explore the application of the munsa concept in contemporary legal issues, particularly in areas where conflicting interpretations of Islamic texts lead to practical disputes. Additionally, a comparative study examining how different schools of thought within Islamic jurisprudence approach the hierarchy of resolving conflicting evidence could reveal nuanced perspectives and potential areas of convergence. Finally, investigating the role of historical context and the socio-political factors influencing the development of nasikh-mansukh and tarjih theories would provide a deeper understanding of their evolution and relevance in modern times. These investigations should move beyond theoretical discussions and focus on practical case studies, analyzing real-world legal challenges and proposing innovative solutions grounded in a robust understanding of usul al-fiqh. Such research could also benefit from incorporating insights from modern linguistic analysis and hermeneutics to refine the methods of textual interpretation and reconciliation. Ultimately, these studies aim to strengthen the foundations of Islamic legal reasoning and promote a more nuanced and contextually sensitive application of Sharia in the 21st century, fostering greater clarity and consistency in legal rulings while upholding the core principles of justice and equity. The exploration of these areas will contribute to a more dynamic and responsive Islamic legal system capable of addressing the complex challenges of the modern world.
- Diskursus Nāsikh-Mansūkh dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer | Canonia Religia. diskursus... doi.org/10.30762/cr.v1i2.2667Diskursus NAsikh Manskh dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer Canonia Religia diskursus doi 10 30762 cr v1i2 2667
- UNDERSTANDING OF THE AYNA ALLAH HADITH: AN INTERDISCIPLINARY TAḤLĪLĪ STUDY | Azhary | Nabawi: Journal... doi.org/10.55987/njhs.v5i2.156UNDERSTANDING OF THE AYNA ALLAH HADITH AN INTERDISCIPLINARY TALL STUDY Azhary Nabawi Journal doi 10 55987 njhs v5i2 156
- THE STUDY OF MISREPRESENTED HADITHS ON THE INTERNET ABOUT MUSLIM AND NON-MUSLIM RELATIONSHIPS | Haq |... doi.org/10.55987/njhs.v4i1.97THE STUDY OF MISREPRESENTED HADITHS ON THE INTERNET ABOUT MUSLIM AND NON MUSLIM RELATIONSHIPS Haq doi 10 55987 njhs v4i1 97
| File size | 549.46 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINSORONGIAINSORONG The implications include legal uncertainty, regulatory dualism, and the potential for social disharmony. Islamic legal products such as the CompilationThe implications include legal uncertainty, regulatory dualism, and the potential for social disharmony. Islamic legal products such as the Compilation
NURUL FIKRINURUL FIKRI Pergeseran dari sistem manual ke digital memberikan dampak signifikan dalam mempercepat pencatatan barang, meningkatkan akurasi data, serta mempermudahPergeseran dari sistem manual ke digital memberikan dampak signifikan dalam mempercepat pencatatan barang, meningkatkan akurasi data, serta mempermudah
IAIN CURUPIAIN CURUP Pengaturan ini mencerminkan legitimasi budaya yang kuat dari hukum adat, yang secara luas dianggap sebagai lambang identitas kolektif dan mekanisme untukPengaturan ini mencerminkan legitimasi budaya yang kuat dari hukum adat, yang secara luas dianggap sebagai lambang identitas kolektif dan mekanisme untuk
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini didasarkan pada meninjau atau meninjau secara kritis pengetahuan, ide yang terkandung dalam tubuh literatur tertulis serta merumuskan kontribusiPenelitian ini didasarkan pada meninjau atau meninjau secara kritis pengetahuan, ide yang terkandung dalam tubuh literatur tertulis serta merumuskan kontribusi
STIBASTIBA Rasulullah saw telah meletakkan prinsip Ash-Shiddiq sebagai dasar pelaksanaan perdagangan yang adil dan jujur. Dengan kejujuran, diharapkan perdaganganRasulullah saw telah meletakkan prinsip Ash-Shiddiq sebagai dasar pelaksanaan perdagangan yang adil dan jujur. Dengan kejujuran, diharapkan perdagangan
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Untuk menuduh seseorang berzina diperlukan setidaknya empat saksi yang melihat perbuatan tersebut (Surat An-Nur ayat 4). Untuk menjatuhkan sanksi/pidanaUntuk menuduh seseorang berzina diperlukan setidaknya empat saksi yang melihat perbuatan tersebut (Surat An-Nur ayat 4). Untuk menjatuhkan sanksi/pidana
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih relatif rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih relatif rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian
UNISSULAUNISSULA Ekonomi Islam didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari aturan produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan serta perilaku manusia dalam penggunaan sumberEkonomi Islam didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari aturan produksi, distribusi, dan konsumsi kekayaan serta perilaku manusia dalam penggunaan sumber
Useful /
NURUL FIKRINURUL FIKRI Instagram menjadi salah satu media utama Sorai Official Merchandise dalam melakukan strategi pemasaran digital berbasis visual. Meskipun memiliki jumlahInstagram menjadi salah satu media utama Sorai Official Merchandise dalam melakukan strategi pemasaran digital berbasis visual. Meskipun memiliki jumlah
UADUAD Studi yang ditinjau menunjukkan bahwa pengajaran tata bahasa kreatif tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep tata bahasa tetapi juga menumbuhkanStudi yang ditinjau menunjukkan bahwa pengajaran tata bahasa kreatif tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep tata bahasa tetapi juga menumbuhkan
NURUL FIKRINURUL FIKRI Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil dibangun dan mampu mengelompokkan karyawan ke dalam tiga cluster: Sangat Puas, Puas, dan Kurang Puas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil dibangun dan mampu mengelompokkan karyawan ke dalam tiga cluster: Sangat Puas, Puas, dan Kurang Puas.
NURUL FIKRINURUL FIKRI Instagram dipilih karena memiliki fitur seperti reels, stories, dan link in bio yang mendukung promosi konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifInstagram dipilih karena memiliki fitur seperti reels, stories, dan link in bio yang mendukung promosi konten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif