ITKITK

SPECTA Journal of TechnologySPECTA Journal of Technology

Penilaian bangunan hijau pada gedung pendidikan yang telah beroperasi penting karena kegiatan operasional bangunan berkaitan dengan penggunaan energi, air, material, timbulan limbah, serta kualitas lingkungan dalam ruang. Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep green building pada Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan menggunakan GREENSHIP Existing Building versi 1.1 dan mengidentifikasi faktor prioritas menurut pengguna gedung. Metode penelitian menggabungkan penilaian lapangan dan verifikasi ahli dengan survei kuesioner terhadap 100 dosen dan mahasiswa. Data kuesioner dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas Cronbachs alpha, statistik deskriptif, dan analisis kumulatif berbasis Pareto. Kondisi eksisting memperoleh 21,97 poin dari maksimum 117 poin atau 18,78%, sehingga belum mencapai batas minimum Bronze. Sebanyak 17 indikator yang dilaporkan memenuhi kriteria validitas (r > 0,165), sedangkan nilai Cronbachs alpha sebesar 0,957 menunjukkan instrumen yang reliabel. Mean tertinggi terdapat pada pengelolaan limbah melalui 3R dan pengelolaan sampah lebih lanjut (mean = 4,10). Meskipun demikian, perhitungan kumulatif menunjukkan bahwa sekitar 80% kontribusi total mean baru tercapai oleh 14 indikator, sehingga dua indikator tersebut diposisikan sebagai prioritas tertinggi, bukan sebagai satu-satunya faktor yang mewakili keseluruhan. Berdasarkan skor skenario perbaikan per kategori yang tersedia pada naskah, hasil perhitungan ulang mencapai 42,08 poin atau 35,97% dan berpotensi memasuki peringkat Bronze dengan syarat seluruh ketentuan prasyarat yang berlaku dipenuhi. Prioritas perbaikan diarahkan pada pengelolaan limbah operasional, efisiensi energi dan air, serta penguatan manajemen green building di tingkat institusi.

Evaluasi kondisi eksisting Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan berdasarkan GREENSHIP Existing Building versi 1.1 menghasilkan 21,97 poin dari maksimum 117 poin atau 18,78%.Nilai tersebut berada di bawah ambang Bronze 35%, sehingga gedung belum memenuhi tingkat minimum pemeringkatan berdasarkan evaluasi akademik ini.Sebanyak 17 indikator yang dilaporkan memenuhi kriteria validitas dengan r_hitung 0,671-0,878 > 0,165, dan instrumen memiliki Cronbachs alpha 0,957.Dua indikator dengan mean tertinggi adalah pengelolaan sampah lebih lanjut dan penerapan 3R, masing-masing dengan mean 4,10.Namun, analisis kumulatif menunjukkan bahwa 80% kontribusi mean tersebar pada sekitar 14 indikator.karena itu, kedua indikator tersebut merupakan prioritas tertinggi, bukan satu-satunya faktor yang mewakili keseluruhan.Skenario perbaikan yang dihitung ulang dari subtotal kategori menghasilkan 42,08 poin atau 35,97% dan berpotensi masuk peringkat Bronze, bukan Silver, dengan catatan seluruh prasyarat GREENSHIP dipenuhi.Fokus perbaikan mencakup pengelolaan limbah berbasis 3R, monitoring dan efisiensi energi, konservasi air, survei kenyamanan pengguna, serta penguatan kebijakan dan pelatihan operasi-pemeliharaan green building.Analisis biaya dan verifikasi pengukuran teknis direkomendasikan sebagai penelitian lanjutan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) terhadap efisiensi pengelolaan limbah di bangunan eksisting. Selain itu, studi tentang biaya dan manfaat jangka panjang dari inisiatif efisiensi energi dan air di gedung pendidikan dapat menjadi arah baru. Terakhir, penelitian tentang peran kebijakan institusi dalam mendukung penerapan praktik green building secara berkelanjutan juga sangat diperlukan untuk memperkuat kerangka kerja manajemen lingkungan di lingkungan kampus.

Read online
File size420.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test