UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk PemberdayaanDimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Pengembangan Karimunjawa sebagai destinasi wisata nasional dan internasional menawarkan peluang dan tantangan bagi keberlanjutan budaya serta kearifan lokal masyarakat pesisir. Meningkatnya aliran wisata dan perkembangan cepat teknologi digital memerlukan pemuda pesisir tidak hanya beradaptasi dengan transformasi sosial tetapi juga mengembangkan kesadaran untuk melestarikan identitas budaya lokal dari erosi di tengah perubahan zaman. Program keterlibatan komunitas ini bertujuan memperkuat literasi budaya berbasis digital di kalangan pemuda pesisir Karimunjawa sebagai strategi untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam masyarakat setempat. Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), menekankan identifikasi dan optimalisasi aset budaya yang dimiliki oleh komunitas pesisir. Kegiatan melibatkan 30 peserta, termasuk perwakilan dari kelompok pemuda, pemimpin tradisional, institusi pendidikan, dan anggota masyarakat setempat. Program dilaksanakan melalui beberapa tahap, termasuk peta aset budaya, pelatihan literasi digital, dan penguatan jaringan komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan Focus Group Discussions (FGDs), dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa Literacy Camp secara signifikan memperkuat kompetensi pemuda pesisir, meningkatkan kesadaran budaya dari 60,0% menjadi 87,4% (27,4%), kapasitas literasi digital dari 58,0% menjadi 89,2% (31,2%), dan partisipasi komunitas dari 62,0% menjadi 86,6% (24,6%). Peningkatan ini meningkatkan kemampuan mereka untuk mengenali, melestarikan, dan mengembangkan aset budaya lokal Karimunjawa. Pemuda bukan hanya pewaris budaya tetapi juga aktor kunci dalam mendokumentasikan dan mempromosikan pariwisata maritim, tradisi, dan kearifan lokal melalui platform digital. Literacy Camp memperkuat literasi digital dan budaya di kalangan pemuda Karimunjawa, melestarikan kearifan lokal, memperkuat komunitas, mendukung pariwisata ekologis berkelanjutan, dan memerlukan kolaborasi berkelanjutan untuk keberlanjutan budaya dan pengembangan kesejahteraan masyarakat.

Program Literacy Camp yang fokus pada budaya dan kearifan lokal memainkan peran penting dalam memperkuat kesadaran digital dan melestarikan literasi budaya di kalangan pemuda pesisir Karimunjawa.Program ini memberikan pemahaman bahwa komunitas pesisir tidak lagi terisolasi dari perkembangan global.Kemajuan teknologi dan meningkatnya visibilitas Karimunjawa sebagai destinasi wisata memerlukan pemuda untuk beradaptasi dengan transformasi digital sambil mempertahankan akar budaya mereka.Penguatan literasi digital dan budaya memungkinkan pemuda pesisir mengenali bahwa mereka memiliki identitas kolektif kuat yang diwakili melalui tradisi, nilai-nilai budaya, dan kearifan lokal.Peningkatan literasi budaya bertujuan tidak hanya untuk melestarikan identitas lokal tetapi juga sebagai fondasi strategis untuk pengembangan pariwisata ekologis berkelanjutan di Karimunjawa.Dengan terus berkembang sebagai destinasi wisata nasional dan potensial internasional, pemuda pesisir perlu menjadi aktor aktif dalam mengelola, mendokumentasikan, dan mempromosikan warisan budaya mereka sendiri.Literasi digital memungkinkan mereka memanfaatkan teknologi sebagai media pelestarian budaya daripada membiarkan kemajuan teknologi mengabaikan nilai-nilai tradisional.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran kecerdasan buatan (AI) dalam pelestarian budaya lokal Karimunjawa melalui pengembangan aplikasi digital kreatif yang menggabungkan tradisi dan teknologi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi kolaborasi antara komunitas lokal dan stakeholder global untuk memperkuat promosi budaya Karimunjawa di tingkat internasional. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengintegrasikan praktik tradisional dengan inovasi teknologi dalam pengembangan pariwisata ekologis yang berkelanjutan, dengan fokus pada partisipasi aktif generasi muda sebagai agen perubahan.

  1. Pemanfaatan literasi digital melalui pegelolaan website dan media sosial desa menuju desa go digital... doi.org/10.33474/jipemas.v7i1.21030Pemanfaatan literasi digital melalui pegelolaan website dan media sosial desa menuju desa go digital doi 10 33474 jipemas v7i1 21030
  2. Strengthening Ukhuwah Basyariyah Through Nyongkolan Tradition: A PAR Approach to Exploring the Local... journal.walisongo.ac.id/index.php/dimas/article/view/23582Strengthening Ukhuwah Basyariyah Through Nyongkolan Tradition A PAR Approach to Exploring the Local journal walisongo ac index php dimas article view 23582
  3. HADRAMI DIASPORA IN KARIMUNJAWA: Between Identity Maintenance and Assimilation | Jihan Amaruli | HUMANIKA.... ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/7968HADRAMI DIASPORA IN KARIMUNJAWA Between Identity Maintenance and Assimilation Jihan Amaruli HUMANIKA ejournal undip ac index php humanika article view 7968
  4. PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN LITERASI DIGITAL DALAM UPAYA MEMPROMOSIKAN DESTINASI WISATA UNTUK KELOMPOK... jurnal.umb.ac.id/index.php/pengabdianbumir/article/view/3409PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN LITERASI DIGITAL DALAM UPAYA MEMPROMOSIKAN DESTINASI WISATA UNTUK KELOMPOK jurnal umb ac index php pengabdianbumir article view 3409
Read online
File size622.38 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test