UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk PemberdayaanDimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan

Aktivitas pelayanan masyarakat ini didorong oleh pentingnya pemberdayaan berbasis filantropi Islam sebagai bentuk dawah bil-hal yang mendorong transformasi sosial dan kemandirian masyarakat. Program Kampung Zakat BAZNAS Kabupaten Ciamis mengintegrasikan pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) melalui observasi, mentoring partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi reflektif yang melibatkan pengelola program dan penerima manfaat. Hasil menunjukkan bahwa program ini secara positif meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperkuat kapasitas ekonomi, meningkatkan akses pendidikan, memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Berdasarkan teori Jim Ife, program ini mencerminkan tiga dimensi pemberdayaan: memungkinkan, memperkuat, dan melindungi. Program ini juga merepresentasikan dawah bil-hal melalui nilai-nilai sedekah nyata, contoh perilaku, kepedulian sosial, dan kesejahteraan umum. Oleh karena itu, Program Kampung Zakat adalah model pemberdayaan berbasis filantropi Islam yang efektif dan berkelanjutan.

Program Kampung Zakat BAZNAS Kabupaten Ciamis merupakan contoh nyata implementasi layanan berbasis filantropi Islam untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.Program ini berhasil mendorong pemberdayaan spiritual, sosial, dan ekonomi melalui pendekatan partisipatif yang berlandaskan nilai-nilai agama, dengan cakupan program mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan, pengembangan sosial, dakwah, dan isu lingkungan.Berdasarkan teori pemberdayaan Jim Ife, kegiatan yang dilakukan dalam Program Kampung Zakat mencerminkan tiga dimensi utama pemberdayaan, yaitu memungkinkan, memperkuat, dan melindungi, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat dan perlindungan kelompok rentan.Dari perspektif dakwah, Quraish Shihab memandang Kampung Zakat sebagai sarana implementasi dakwah bil-hal.Dalam setiap program yang dijalankan, nilai-nilai sedekah nyata (al-amal ash-shalih), contoh (uswatun hasanah), kepedulian sosial (taawun wa rahmah), dan manfaat bagi masyarakat (maslahah lil ammah) terwujud.Hal ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau retorika agama, tetapi juga melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang Program Kampung Zakat terhadap perubahan struktur ekonomi lokal dan keberlanjutan kapasitas masyarakat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi adaptasi model ini di wilayah dengan karakteristik sosial-ekonomi berbeda, seperti daerah perkotaan atau komunitas minoritas. Terakhir, penelitian bisa fokus pada penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat secara lebih inklusif.

  1. Strategi Pembiayaan Pendidikan Berbasis Filantropi Islam dalam Memberdayakan Anak Yatim di Yayasan Yatim... doi.org/10.18860/jmpi.v5i1.8702Strategi Pembiayaan Pendidikan Berbasis Filantropi Islam dalam Memberdayakan Anak Yatim di Yayasan Yatim doi 10 18860 jmpi v5i1 8702
  2. Mengikis Ketergantungan: Dampak Program Pemberdayaan Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa... ppis.ulm.ac.id/index.php/JH/article/view/111Mengikis Ketergantungan Dampak Program Pemberdayaan Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa ppis ulm ac index php JH article view 111
  3. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas Zakat Pada Masa Pandemi Di Desa Kahayya, Kabupaten Bulukumba... doi.org/10.21580/dms.2021.212.9319Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas Zakat Pada Masa Pandemi Di Desa Kahayya Kabupaten Bulukumba doi 10 21580 dms 2021 212 9319
Read online
File size555.93 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test