UNISMUHUNISMUH

Jurnal Pendidikan FisikaJurnal Pendidikan Fisika

Penelitian mengenai efektivitas pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan dalam meningkatkan keterampilan berpikir guru fisika pra-jabatan telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis guru fisika pra-jabatan. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Subjek penelitian adalah 76 calon guru fisika di sebuah universitas di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tes esai keterampilan berpikir kritis yang terdiri dari 6 butir digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan, keterampilan berpikir kritis siswa meningkat ke kategori tinggi, dan sebagian besar peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa juga termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru fisika.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah kolaboratif menggunakan masalah pengambilan keputusan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru fisika.Oleh karena itu, penerapan pembelajaran ini patut dipertimbangkan untuk digunakan dalam rangka meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pemecahan masalah kolaboratif dengan masalah pengambilan keputusan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis calon guru fisika. Namun, untuk memperkaya pemahaman dan aplikasi metode ini di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, karena studi ini mencatat bahwa kemampuan kognitif awal siswa mempengaruhi keberhasilan mereka dalam mengikuti tahapan pengambilan keputusan, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana strategi pembelajaran berdiferensiasi atau program penguatan konsep dasar fisika pra-sesi dapat diimplementasikan dan dievaluasi untuk mendukung siswa dengan beragam latar belakang kognitif, sehingga setiap siswa dapat memperoleh manfaat maksimal dari pendekatan ini. Ini akan membantu memastikan bahwa metode ini dapat diakses dan efektif untuk spektrum siswa yang lebih luas. Kedua, meskipun efektivitas metode ini telah terbukti, belum ada analisis mendalam mengenai komponen spesifik dari proses pemecahan masalah kolaboratif atau tahapan pengambilan keputusan yang paling signifikan berkontribusi pada peningkatan keterampilan berpikir kritis. Studi kualitatif atau kuantitatif yang lebih rinci dapat fokus pada dekonstruksi elemen-elemen ini, misalnya dengan membandingkan efektivitas berbagai jenis interaksi kelompok atau menganalisis dampak setiap langkah dalam kerangka pengambilan keputusan terhadap pengembangan keterampilan analisis, evaluasi, dan inferensi siswa. Hasilnya dapat menginformasikan desain instruksional yang lebih terarah dan efisien. Ketiga, mengingat bahwa studi ini berfokus pada calon guru fisika, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi generalisasi dan adaptabilitas metode ini ke disiplin ilmu lain, seperti biologi, kimia, atau bahkan konteks non-sains, serta pada jenjang pendidikan yang berbeda, seperti sekolah menengah atas atau mahasiswa di program studi lain. Melakukan studi perbandingan lintas disiplin atau tingkat akan memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kerangka ini perlu disesuaikan atau dikembangkan untuk memaksimalkan dampaknya dalam lingkungan belajar yang beragam, sekaligus memperluas jangkauan aplikasi praktisnya di luar pendidikan fisika.

Read online
File size389.29 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test