UNISMUHUNISMUH

Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah KedokteranAl-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran

Latar Belakang: Baby blues adalah kondisi emosional yang umum terjadi pada ibu pascapersalinan. Kondisi ini memengaruhi sekitar 50–80% wanita di seluruh dunia dan sekitar 50–70% di Indonesia. Gejalanya dapat meliputi suasana hati yang buruk, kecemasan, penurunan nafsu makan, dan gangguan tidur. Meskipun gejala biasanya mereda dalam dua minggu, penilaian diperlukan untuk membedakannya dari depresi pascapersalinan dan keadaan darurat psikiatri lainnya. Presentasi kasus: Seorang wanita primipara berusia 21 tahun mengalami gangguan tidur, kecemasan, penurunan nafsu makan, kelelahan, keengganan untuk menyusui, dan perasaan tidak siap menjadi ibu selama tiga hari pertama pascapersalinan. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi nyeri perineum, keterlambatan laktasi, tuntutan perawatan bayi baru lahir, dan kekhawatiran tentang peran keibuannya. Skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah 12, menunjukkan risiko ringan depresi pascapersalinan. Intervensi diberikan selama lima minggu dan meliputi: aspek spiritual—mendengarkan bacaan Al-Quran dan berlatih zikir; aspek psikologis—relaksasi pernapasan dalam dan psikoedukasi tentang adaptasi pascapersalinan; aspek fisik—manajemen laktasi dan edukasi kebersihan pribadi. Pada akhir masa tindak lanjut, skor EPDS adalah 7. Pasien melaporkan berkurangnya kecemasan, peningkatan nafsu makan dan tidur, ikatan ibu-bayi yang lebih kuat, dan kepercayaan diri yang lebih besar dalam peran keibuannya. Keterlibatan keluarga merupakan faktor kunci dalam mendukung pemulihan berkelanjutan. Kesimpulan: Intervensi dini dan komprehensif yang membahas aspek spiritual, psikologis, dan fisik mungkin efektif dalam mengelola baby blues dan mencegah perkembangan menjadi masalah kesehatan mental pascapersalinan yang lebih parah.

Intervensi dini dan komprehensif yang membahas aspek spiritual, psikologis, dan fisik mungkin efektif dalam mengelola baby blues dan mencegah perkembangan menjadi masalah kesehatan mental pascapersalinan yang lebih parah.Pemulihan pasien berlangsung dengan penurunan skor EPDS dari 12 menjadi 7, serta peningkatan kepercayaan diri dan ikatan ibu-bayi.Keterlibatan keluarga terbukti menjadi faktor kunci dalam mendukung pemulihan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak intervensi spiritual berbasis budaya lokal terhadap pengurangan gejala baby blues di daerah dengan keragaman agama. Penelitian lain bisa fokus pada pengembangan aplikasi mobile untuk pendampingan psikologis ibu postpartum secara mandiri, terutama di wilayah dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan studi untuk mengevaluasi peran dukungan komunitas dalam memperkuat ketahanan mental ibu muda, dengan mempertimbangkan dinamika sosial dan ekonomi yang unik di kalangan ibu primipara.

Read online
File size296.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test