UNISMUHUNISMUH
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah KedokteranAl-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah KedokteranMeningkatnya penggunaan earphone di kalangan mahasiswa dapat meningkatkan paparan suara dan berkontribusi terhadap timbulnya tinnitus. Frekuensi dan durasi penggunaan merupakan faktor perilaku yang penting, sementara peran jenis kelamin masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan earphone dan keluhan tinnitus pada mahasiswa kedokteran angkatan 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, serta menganalisis hubungan tersebut berdasarkan jenis kelamin. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong cross-sectional deskriptif. 116 mahasiswa, yang terdiri dari 58 laki-laki dan 58 perempuan, dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden menggunakan earphone selama 1–2 hari per minggu (56,0%), dan 50,9% menggunakannya kurang dari satu jam per hari. Secara keseluruhan, 65,5% responden tidak mengalami masalah tinnitus. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan frekuensi penggunaan earphone (p = 0,344), durasi penggunaan (p = 0,398), maupun risiko tinnitus (p = 0,160). Namun, risiko tinnitus berhubungan secara signifikan dengan frekuensi maupun durasi penggunaan earphone (p < 0,001 untuk keduanya). Frekuensi dan durasi penggunaan earphone berhubungan secara signifikan dengan risiko tinnitus, sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pola penggunaan earphone maupun risiko tinnitus. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola paparan earphone mungkin lebih erat kaitannya dengan risiko tinnitus dibandingkan dengan perbedaan jenis kelamin.
Berdasarkan hasil penelitian, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan frekuensi penggunaan earphone (p = 0.398), atau risiko tinnitus (p = 0.Namun, frekuensi dan durasi penggunaan earphone secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko tinnitus (p < 0.Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor terkait penggunaan earphone itu sendiri, seperti frekuensi dan durasi penggunaan, memainkan peran yang lebih dominan dalam mempengaruhi risiko tinnitus dibandingkan perbedaan jenis kelamin.Studi ini juga menegaskan bahwa paparan suara yang berlebihan melalui earphone dapat menyebabkan kerusakan sel-sel rambut di telinga, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tinnitus dan bahkan kehilangan pendengaran permanen.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal dan multivariate untuk menetapkan hubungan kausal dan mengendalikan faktor-faktor konfounding. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan sampel yang lebih besar dan beragam, serta menggunakan pengukuran paparan suara yang objektif. Studi ini juga dapat diperluas dengan memasukkan pemeriksaan THT langsung untuk mengonfirmasi gangguan pendengaran secara objektif dan mengendalikan faktor-faktor konfounding. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara penggunaan earphone, perbedaan jenis kelamin, dan risiko tinnitus.
| File size | 292.15 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA 45) dan minat mengikuti kegiatan lanjutan (4. 55). Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis kebutuhan organisasi efektif dalam meningkatkan45) dan minat mengikuti kegiatan lanjutan (4. 55). Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis kebutuhan organisasi efektif dalam meningkatkan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu melalui metode pelatihan, praktik langsung, pendampingan, danKegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu melalui metode pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan
UNISMUHUNISMUH Presentasi kasus: Seorang wanita primipara berusia 21 tahun mengalami gangguan tidur, kecemasan, penurunan nafsu makan, kelelahan, keengganan untuk menyusui,Presentasi kasus: Seorang wanita primipara berusia 21 tahun mengalami gangguan tidur, kecemasan, penurunan nafsu makan, kelelahan, keengganan untuk menyusui,
UNISMUHUNISMUH Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain gym terhadap kualitas tidur lansia penghuni Panti Sosial Ina Kaka di Ambon. Metode: PenelitianTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain gym terhadap kualitas tidur lansia penghuni Panti Sosial Ina Kaka di Ambon. Metode: Penelitian
UNISMUHUNISMUH Kesimpulan: Kasus ini menegaskan bahwa diagnosis dini dan tata laksana yang cepat serta komprehensif berperan penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitasKesimpulan: Kasus ini menegaskan bahwa diagnosis dini dan tata laksana yang cepat serta komprehensif berperan penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas
UNISMUHUNISMUH Penggunaan Laboratorium Virtual Berbasis STEM (PhET) memiliki dampak signifikan terhadap tingkat keterampilan pemecahan masalah siswa. Terdapat peningkatanPenggunaan Laboratorium Virtual Berbasis STEM (PhET) memiliki dampak signifikan terhadap tingkat keterampilan pemecahan masalah siswa. Terdapat peningkatan
UNISMUHUNISMUH Implementasi Kurikulum 2013 merupakan perangkat pembelajaran yang dirancang dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacuImplementasi Kurikulum 2013 merupakan perangkat pembelajaran yang dirancang dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu
UNISMUHUNISMUH Selain itu, model pembelajaran ini dapat meningkatkan kehadiran siswa, perhatian siswa, keaktifan siswa, dan mengurangi siswa yang melakukan aktivitasSelain itu, model pembelajaran ini dapat meningkatkan kehadiran siswa, perhatian siswa, keaktifan siswa, dan mengurangi siswa yang melakukan aktivitas
Useful /
UNISMUHUNISMUH Pasca operasi, ia menerima beberapa obat dan perawatan luka. Satu minggu setelah operasi, luka telah sembuh dengan baik tanpa kekambuhan infeksi atau jaringanPasca operasi, ia menerima beberapa obat dan perawatan luka. Satu minggu setelah operasi, luka telah sembuh dengan baik tanpa kekambuhan infeksi atau jaringan
AMIKOMAMIKOM Artikel ini menyelidiki bagaimana Jogja-NETPAC Asian Film Festival mengkurasi Asia. Ini adalah tentang produksi pengakuan untuk beberapa sejarah dan marginalisasiArtikel ini menyelidiki bagaimana Jogja-NETPAC Asian Film Festival mengkurasi Asia. Ini adalah tentang produksi pengakuan untuk beberapa sejarah dan marginalisasi
UNISMUHUNISMUH Millealab adalah platform untuk mengembangkan media VR dengan fitur yang lebih spesifik untuk menciptakan visualisasi realitas yang baik guna mendukungMillealab adalah platform untuk mengembangkan media VR dengan fitur yang lebih spesifik untuk menciptakan visualisasi realitas yang baik guna mendukung
UNISMUHUNISMUH Rata-rata nilai respons siswa adalah 4,083, yang juga dapat diklasifikasikan sebagai Baik. Artinya, aplikasi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaranRata-rata nilai respons siswa adalah 4,083, yang juga dapat diklasifikasikan sebagai Baik. Artinya, aplikasi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran