UNISMUHUNISMUH

Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah KedokteranAl-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran

Latar Belakang : Merokok merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan terbukti berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif melalui mekanisme neurotoksik, neuroinflamasi, dan stres oksidatif. Di Indonesia, prevalensi perokok aktif masih sangat tinggi, namun data mengenai profil gangguan kognitif pada populasi perokok khususnya yang dinilai berdasarkan akumulasi paparan tembakau melalui Indeks Brinkman masih sangat terbatas. Metode: Penelitian deskriptif potong-lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Poliklinik Neurologi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dari Juli hingga Agustus 2025. Sebanyak 88 perokok aktif dan mantan perokok laki-laki diikutsertakan secara berurutan (consecutive sampling). Fungsi kognitif dinilai menggunakan Indonesian Montreal Cognitive Assessment (MoCA-INA; gangguan didefinisikan sebagai skor <26). Akumulasi paparan rokok diukur menggunakan Indeks Brinkman dan dikategorikan menjadi ringan (<200), sedang (200–600), atau berat (>600). Hasil: Seluruh subjek (100%) berjenis kelamin laki-laki dengan rerata usia 52,9 ± 14,1 tahun. Mayoritas subjek merupakan mantan perokok (71,6%) dengan rerata usia mulai merokok 18,7 tahun, rerata durasi merokok 29,3 tahun, dan intensitas konsumsi rata-rata 12,2 batang per hari. Sebanyak 72,3% subjek termasuk kategori perokok sedang hingga berat berdasarkan Indeks Brinkman. Dari total 88 subjek, sebanyak 65 orang (73,9%) mengalami gangguan kognitif dengan rerata skor MoCA-INA 20,7. Domain kognitif yang paling banyak terganggu adalah memori (98,4%), diikuti abstraksi (75,4%), visuospasial/eksekutif (61,5%), atensi (53,8%), bahasa (50,1%), dan orientasi (18,5%). Kesimpulan: Paparan rokok jangka panjang dengan dosis kumulatif tinggi menurunkan fungsi kognitif (MoCA-INA), terutama domain memori, abstraksi, visuospasial/eksekutif, dan atensi. Tingginya Indeks Brinkman mencerminkan paparan berat, menegaskan pentingnya evaluasi fungsi kognitif dini pada perokok kronis guna mendeteksi penurunan neurokognitif.

Paparan rokok jangka panjang dengan dosis kumulatif tinggi berkorelasi dengan penurunan fungsi kognitif, terutama pada domain memori, abstraksi, visuospasial/eksekutif, dan atensi.Indeks Brinkman yang tinggi mencerminkan paparan berat, sehingga diperlukan evaluasi fungsi kognitif dini pada perokok kronis untuk mendeteksi penurunan neurokognitif.Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami mekanisme neurotoksik dan efektivitas intervensi pencegahan dini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek jangka panjang penghentian merokok terhadap pemulihan fungsi kognitif, khususnya pada perokok dengan Indeks Brinkman tinggi. Selain itu, perlu dilakukan analisis genetik untuk mengidentifikasi faktor predisposisi individu terhadap kerentanan gangguan kognitif akibat paparan tembakau. Terakhir, studi tentang efektivitas program pelatihan kognitif atau intervensi non-farmakologis pada perokok kronis dapat menjadi arah baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi neurokognitif mereka.

  1. Association of smoke exposure with cognitive function trajectories among middle and old-aged adults:... jogh.org/2025/jogh-15-04150Association of smoke exposure with cognitive function trajectories among middle and old aged adults jogh 2025 jogh 15 04150
Read online
File size756.14 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test