POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarMedia Kesehatan Politeknik Kesehatan MakassarLatar belakang: Memasuki usia tua banyak mengalami penurunan fungsi yang mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan salah satunya penurunan pada fungsi sistem kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit stroke, gangguan kognitif dan kematian, salah satu penyebab hipertensi pada lansia karena kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu dibutuhkan exercise sebagai terapi dan preventif hipertensi. Walking exercise adalah exercise yang aman, tidak menimbulkan efek samping, mudah, ekonomis, dapat dilakukan tanpa memerlukan pelatihan khusus. Tujuan: Untuk mereview keefektifan walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan Literature Review. Data yang digunakan ialah data sekunder. Sumber data sekunder yang didapat berupa artikel jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam penelitian pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan metode PICO yaitu Problem/Patient/Population, Intervention/Indicator, Comparison dan Outcome. Artikel yang digunakan dalam literature review ini didapatkan melalui database penyedia jurnal online Google Scholar, Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “walking exercise, “elderly dan “hypertension. Hasil Penelitian: Secara keseluruhan pada literature review ini, dari 13 sumber menjelaskan bahwa walking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Walking exercise yang dilakukan 30 – 60 menit secara teratur mempunyai pengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar menambah informasi mengenai pengaruh walking exercise terhadap penurunan hipertensi pada lansia dengan menggunakan jenis artikel systematic review maupun meta analysis sehingga mampu memperkecil bias penelitian. Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.
Dari keseluruhan jurnal yang telah di-review mengenai efektivitas walking exercise pada lansia ditemukan bahwa walking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi.Walking exercise dapat dilakukan 2 – 3 kali seminggu dengan durasi 15 – 30 menit yang mampu menurunkan tekanan darah.Kelebihan walking exercise memiliki kontribusi dan efek yang aman untuk menurunkan hipertensi karena tanpa memaparkan pasien pada potensi efek samping obat-obatan.
Berdasarkan tinjauan literatur, penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis walking exercise spesifik yang paling efektif menurunkan tekanan darah pada lansia, mempertimbangkan faktor-faktor seperti intensitas, durasi, dan frekuensi latihan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh walking exercise terhadap kualitas hidup lansia dengan hipertensi, termasuk aspek psikologis dan sosial. Terakhir, studi intervensi yang melibatkan kelompok lansia dengan karakteristik berbeda, seperti tingkat kebugaran awal dan komorbiditas, diperlukan untuk memahami efektivitas walking exercise secara lebih komprehensif dan mengembangkan rekomendasi latihan yang dipersonalisasi.
- Vol. 18 No. 1 (2023): Media Kesehatan | Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar. vol kesehatan... ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medkes/issue/view/33Vol 18 No 1 2023 Media Kesehatan Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar vol kesehatan ojs3 poltekkes mks ac index php medkes issue view 33
- SciELO Brazil - EFFECTS OF WALKING ON THE MOOD OF PHYSICALLY ACTIVE OLDER PEOPLE EFFECTS OF WALKING ON... doi.org/10.1590/1517-869220192501193620SciELO Brazil EFFECTS OF WALKING ON THE MOOD OF PHYSICALLY ACTIVE OLDER PEOPLE EFFECTS OF WALKING ON doi 10 1590 1517 869220192501193620
| File size | 161.52 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IJNMSIJNMS Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada dalam kategori aktivitas fisik aktif (68,5%) dan memiliki fungsi kognitif normal (67,1%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada dalam kategori aktivitas fisik aktif (68,5%) dan memiliki fungsi kognitif normal (67,1%).
IJNMSIJNMS 0%) dengan ketergantungan sedang sebanyak 34 responden (38. 2%), kemudian responden dengan depresi sedang hingga berat sebanyak 18 responden (20. 3%) responden0%) dengan ketergantungan sedang sebanyak 34 responden (38. 2%), kemudian responden dengan depresi sedang hingga berat sebanyak 18 responden (20. 3%) responden
PRINPRIN Kesimpulan dari penyuluhan hipertensi, pemeriksaan kesehatan, dan senam diabetes manfaatnya yaitu antara lain meningkatkan derajat kesehatan masyarakatKesimpulan dari penyuluhan hipertensi, pemeriksaan kesehatan, dan senam diabetes manfaatnya yaitu antara lain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penggunaan tanaman obat kini direkomendasikan untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk diantaranya diabetes. Salah satu tanaman yang diketahui memilikiPenggunaan tanaman obat kini direkomendasikan untuk mengatasi berbagai penyakit termasuk diantaranya diabetes. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Status gizi kurang pada anak yaitu Wasting yang disebabkan oleh inadekuat nutrisi dan penyakit infeksi. Jenis produk pangan yang dapat menjadi makananStatus gizi kurang pada anak yaitu Wasting yang disebabkan oleh inadekuat nutrisi dan penyakit infeksi. Jenis produk pangan yang dapat menjadi makanan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Terapi Acupressure PC6 ini merupakan terapi non-farmakologi dengan melakukan penekanan menggunakan jari pada titik pericardium 6 yaitu di 3 jari diatasTerapi Acupressure PC6 ini merupakan terapi non-farmakologi dengan melakukan penekanan menggunakan jari pada titik pericardium 6 yaitu di 3 jari diatas
UNISSULAUNISSULA Jumlah siswa pengidap epilepsi di Indonesia berdasarkan rekam medis pasien epilepsi rawat inap di RSUD Al-Ihsan pada tahun 2018-2019 yaitu 8,2 per 1000Jumlah siswa pengidap epilepsi di Indonesia berdasarkan rekam medis pasien epilepsi rawat inap di RSUD Al-Ihsan pada tahun 2018-2019 yaitu 8,2 per 1000
UNIGRESUNIGRES Osteoarthritis Knee and Hip Quality of Life (OAKHQOL) untuk mengukur kualitas hidup responden lansia dengan osteoarthritis. Paired t-test digunakan untukOsteoarthritis Knee and Hip Quality of Life (OAKHQOL) untuk mengukur kualitas hidup responden lansia dengan osteoarthritis. Paired t-test digunakan untuk
Useful /
PRINPRIN Penggunaan rimpang kunyit sebagai bahan utama gummy rempah dan pemanfaatan limbah daunnya sebagai pupuk organik cair (POC) mencerminkan efisiensi pemanfaatanPenggunaan rimpang kunyit sebagai bahan utama gummy rempah dan pemanfaatan limbah daunnya sebagai pupuk organik cair (POC) mencerminkan efisiensi pemanfaatan
PRINPRIN Kondisi ini berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan serta efektivitas distribusi secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT. XYZ mengembangkanKondisi ini berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan serta efektivitas distribusi secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT. XYZ mengembangkan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan dalam menerapkan S. E program pada bayi pasca resusitasi selama proses rujukan guna mencegah meningkatnyaPenelitian ini menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan dalam menerapkan S. E program pada bayi pasca resusitasi selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Dalam proses pembuatan batu bata seringkali pekerjanya melakukan sikap atau posisi kerja yang kurang ergonomis yang dapat menyebabkan keluhan fisik berupaDalam proses pembuatan batu bata seringkali pekerjanya melakukan sikap atau posisi kerja yang kurang ergonomis yang dapat menyebabkan keluhan fisik berupa