SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL HEALTH REPRODUCTIVEJURNAL HEALTH REPRODUCTIVE

Latar belakang: Masa bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis perkembangan karena terjadi percepatan pematangan sistem saraf dan otot yang menjadi dasar perkembangan motorik kasar dan halus. Pada periode ini, tingginya neuroplastisitas menjadikan stimulasi sensorik dan motorik berulang sangat penting dalam pembentukan koneksi saraf, sedangkan keterlambatan perkembangan dapat berdampak pada aspek kognitif, sosial-emosional, dan meningkatkan risiko gangguan neurologis di kemudian hari. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas penggunaan Sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar.

Karakteristik responden dalam penelitian ini berjumlah 17 bayi, dengan distribusi usia terbanyak pada kelompok 6–8 bulan dan 9–11 bulan, masing-masing sebanyak 7 bayi (41,2%), sedangkan bayi usia 12 bulan sebanyak 3 bayi (17,6%).Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri dari 9 bayi laki-laki (52,9%) dan 8 bayi perempuan (47,1%).Perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan sebelum diberikan intervensi penggunaan sensory play mat menunjukkan bahwa dari 17 bayi, sebanyak 7 bayi (41,2%) berada pada kategori sesuai, 7 bayi (41,2%) berada pada kategori meragukan, dan 3 bayi (17,6%) berada pada kategori penyimpangan.Perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan sesudah diberikan intervensi penggunaan sensory play mat menunjukkan peningkatan, yaitu sebanyak 15 bayi (88,2%) berada pada kategori sesuai, 2 bayi (11,8%) berada pada kategori meragukan, dan tidak ada bayi (0%) pada kategori penyimpangan.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan motorik bayi sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi p = 0,002.Dengan demikian, penggunaan sensory play mat efektif terhadap perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan di PMB Ronni Siregar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan sensory play mat terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik bayi usia 6–12 bulan. Saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan program edukasi bagi orang tua tentang pentingnya stimulasi sensorik dan motorik pada bayi usia dini, serta cara-cara praktis untuk memberikan stimulasi tersebut di rumah. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan sensory play mat terhadap perkembangan motorik bayi, termasuk dampak pada aspek kognitif dan sosial-emosional. 3. Meneliti efektivitas penggunaan sensory play mat dalam konteks layanan kesehatan primer, seperti puskesmas, dan mengukur dampak intervensi ini pada skala yang lebih luas.

Read online
File size375.25 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test