UNTAG SMDUNTAG SMD

DEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, BudayaDEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya

Konektivitas dan Aksesibilitas jalan di Provinsi Kalimantan Timur sangat dibutuhkan untuk menciptakan keterpaduan transportasi wilayah sehingga mampu memberikan peran strategis dalam aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, serta pertahanan dan keamanan, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap kondisi konektivitas dan aksesbilitas jaringan jalan Provinsi dengan pengukuran Indeks Konektivitas dan indeks aksesbilitas sebagai salah satu indikator dalam mengukur keterhubungan wilayah-wilayah di Provinsi Kalimantan Timur yang terdiri dari 7 kabupaten dan 3 kota.

Pada analisis indeks konektivitas, wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Bontang cenderung memiliki nilai yang lebih baik karena jaringan jalannya lebih rapat dan lebih terdistribusi.Sebaliknya, wilayah kabupaten yang luas dan penduduknya tersebar, seperti Berau, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara, menunjukkan konektivitas yang lebih rendah.Nilai konektivitas yang rendah berarti masih ada desa atau kelurahan yang belum terhubung secara optimal dengan pusat-pusat pelayanan dan pusat ekonomi.Tentunya hal ini menjadi indikasi kesenjangan distribusi jaringan jalan dengan kabupaten/kota yang mempunyai keterbatasan interasi antarwilayah.Analisis aksesibilitas juga memperlihatkan bahwa banyak wilayah belum memenuhi standar pelayanan minimal jalan.Pada Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu, nilai aksesibilitas masih jauh di bawah ambang minimum, sehingga menunjukkan bahwa kawasan terbangun belum diimbangi oleh ketersediaan jaringan jalan yang proporsional.Dalam konteks pembangunan wilayah, kondisi ini berdampak pada tingginya biaya transportasi, waktu tempuh yang lebih panjang, serta terbatasnya integrasi barang dan jasa.Karena itu, pengembangan jalan baru, peningkatan kualitas jalan eksisting, dan pemerataan antarkawasan menjadi kebutuhan utama.

Untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas jalan di Kalimantan Timur, diperlukan strategi peningkatan jalan arteri dan kolektor primer. Fokus integrasi diarahkan pada penghubungan pusat-pusat ekonomi, pelabuhan, bandara, serta kawasan industri. Strategi skala kabupaten/kota diperlukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat pada pusat-pusat pelayanan seperti kesehatan, pendidikan, dan perdagangan, perkantoran. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas jalan lokal dan kolektor sekunder, penanganan jalan lingkungan, serta pembangunan jembatan atau aksesibilitas yang menghubungkan desa/kelurahan dengan pusat kecamatan. Secara skematis, peningkatan aksesibilitas dan konektivitas jalan di Kalimantan Timur diharapkan mampu memperpendek waktu tempuh antarwilayah, meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa, membuka keterisolasian wilayah pedesaan, mendukung pengembangan kawasan strategis nasional dan daerah, serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  1. Tingkat Konektivitas dan Aksesibilitas Jaringan Jalan Antar Wilayah Sidoarjo-Mojokerto | Cakrawala. konektivitas... cakrawalajournal.org/index.php/cakrawala/article/view/574Tingkat Konektivitas dan Aksesibilitas Jaringan Jalan Antar Wilayah Sidoarjo Mojokerto Cakrawala konektivitas cakrawalajournal index php cakrawala article view 574
  2. 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... doi.org/10.13189/cea.2023.1108310 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board doi 10 13189 cea 2023 110831
Read online
File size280.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test