UNTAG SMDUNTAG SMD

KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWA

Sedimen adalah material atau pecahan dari batuan, mineral dan material organik yang terbawa hanyut dan bergerak mengikuti arah aliran air sungai. Sedimen dapat dibedakan menjadi muatan dasar (bed load) dan muatan melayang (suspended load). Bangunan Sabo Dam merupakan suatu konstruksi bangunan air yang fungsinya sebagai penahan, penampung dan pengendali sedimen yang larut pada aliran sungai sehingga sedimen tersebut tidak mengganggu kinerja Dam yang ada. Metode yang digunakan dalam perhitungan desain bangunan SABO mengacu pada Pd.T12-2004-A. Perhitungan estimasi erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Less Equation). Hasil perhitungan menunjukkan estimasi volume sedimen sebesar 1,351 ton/tahun, dengan desain SABO tinggi 3,5 m, lebar 4,4 m, dan lebar atas 2 m. Stabilitas desain SABO aman terhadap guling, geser, dan daya dukung.

(1) Estimasi volume sedimen yang terjadi diakibatkan oleh erosi pada sungai Rapak Dalam sebanyak 1,351 ton/tahun, dengan kapasitas tampung sedimen pada Sabo dari perhitungan yaitu 623.(2) Desain bangunan Sabo pada sungai rapak dalam, Samarinda Seberang yang didesain pada lokasi RD2 untuk kala ulang 25 tahun.(3) Stabilitas bendung pada desain bangunan Sabo pada sungai rapak dalam, samarinda seberang untuk kala ulang 25 tahun.

Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan model hidrologi yang lebih komprehensif untuk memperhitungkan dampak perubahan tata guna lahan terhadap erosi dan sedimentasi di Sungai Rapak Dalam. Selain itu, perlu dilakukan studi untuk mengevaluasi efektivitas bangunan Sabo dalam mengurangi risiko banjir dan erosi jangka panjang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan iklim dan peningkatan urbanisasi. Selanjutnya, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pemantauan sedimen secara otomatis dan real-time untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana banjir.

Read online
File size444.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test