UNTAG SMDUNTAG SMD

KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWA

Dinding penahan adalah suatu bangunan yang dibangun untuk menahan keruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun ditempat dimana kemantapan tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri. Bangunan dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urug atau tanah asli yang labil. Bangunan ini banyak digunakan pada proyek‑proyek: irigasi, jalan raya, pelabuhan, dan lain‑lainnya. Longsoran yang terjadi pada Jembatan Lesan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur ini telah merusak sebagian badan jalan dan dikhawatirkan akan merusak struktur abutmen jembatan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Metode yang digunakan dalam menganalisa stabilitas dinding penahan tanah pada longsoran tersebut adalah dengan menggunakan metode Coulomb dan juga Rankine, sedangkan metode yang digunakan dalam menganalisa daya dukung tanah yang terjadi menggunakan metode Terzaghi. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi dinding penahan tanah adalah tinggi 6 meter dan lebar badan 1 meter, tebal plat 0,8 meter dengan panjang tinjauan 20 dan 25 meter. Stabilitas dinding penahan tanah aman terhadap guling namun berpengaruh terhadap geser, sehingga diperlukan pondasi tiang pancang.

Berdasarkan analisis stabilitas dengan metode Coulomb dan Rankine, tipe dinding kantilever menunjukkan gaya guling aman tetapi gaya geser dan keruntuhan tidak aman, sedangkan tipe dinding penyokong menunjukkan gaya guling aman namun terdapat ketidakamanan pada gaya geser dan keruntuhan.Karena daya dukung tanah tidak memenuhi faktor keamanan, penulis menambahkan perhitungan tiang pancang untuk menahan beban vertikal.Analisis tiang pancang menunjukkan bahwa konfigurasi kelompok tiang pancang memberikan faktor keamanan yang memadai, sementara konfigurasi individu masih kurang aman.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kinerja alternatif tipe dinding penahan, seperti sheet pile atau anchored wall, dalam kondisi longsoran serupa di wilayah Berau untuk mengetahui perbandingan efektivitas stabilitas dan biaya konstruksi. Selain itu, diperlukan studi jangka panjang mengenai penurunan daya dukung dan degradasi tiang pancang kelompok di tanah berkarakteristik heterogen, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi keausan struktural dan kebutuhan perawatan. Selanjutnya, pengembangan analisis keandalan probabilistik yang mengintegrasikan variabilitas parameter tanah, beban dinamis, dan ketidakpastian metode perhitungan (Coulomb, Rankine, Terzaghi) dapat memberikan panduan desain yang lebih robust serta estimasi risiko kegagalan yang lebih akurat untuk proyek penanggulangan longsoran di daerah rawan bencana.

Read online
File size249.1 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test