SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL HEALTH REPRODUCTIVEJURNAL HEALTH REPRODUCTIVE

Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) bertujuan menyeimbangkan pertumbuhan penduduk melalui penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Pada tahun 2022, mayoritas akseptor memilih kontrasepsi suntik (61,9%) dan pil (13,5%), menunjukkan kecenderungan pada metode jangka pendek dibanding Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan: mengetahui hubungan kualitas konseling KB terhadap kepuasan akseptor di Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, tahun 2024.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan hubungan antara kualitas konseling KB dan kepuasan akseptor KB di Desa Ujung Labuhan.Kualitas konseling yang baik dapat meningkatkan pemahaman akseptor tentang kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi yang digunakan.Hal ini penting untuk mendukung keberhasilan program KB dan mendorong penggunaan kontrasepsi yang konsisten.

Untuk meningkatkan kualitas konseling KB, perlu dilakukan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan. Pelatihan ini dapat mencakup teknik konseling yang efektif, pengetahuan tentang berbagai metode kontrasepsi, dan cara menyampaikan informasi dengan jelas dan empati. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa akseptor KB memiliki akses ke informasi yang akurat dan terpercaya tentang metode kontrasepsi yang tersedia. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan akseptor KB, serta mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan akseptor, seperti dukungan sosial dan akses ke layanan kesehatan reproduksi.

Read online
File size198.93 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test