SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL HEALTH REPRODUCTIVEJURNAL HEALTH REPRODUCTIVE

Latar belakang: Kehamilan merupakan rangkaian proses alami dan fisiologis yang terjadi dalam tubuh wanita. Ketidakseimbangan asupan gizi, terutama antara energi dan protein selama masa kehamilan, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang bersifat multifaktorial, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi, usia saat hamil, serta jumlah paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya KEK pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 175 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan usia ibu hamil terhadap kejadian KEK (α < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dengan kejadian KEK (nilai P = 0,838; > 0,05).

Kehamilan merupakan rangkaian proses alami dan fisiologis yang terjadi dalam tubuh wanita.Ketidakseimbangan asupan gizi, terutama antara energi dan protein selama masa kehamilan, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK).KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang bersifat multifaktorial, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi, usia saat hamil, serta jumlah paritas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya KEK pada ibu hamil.Metode yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 175 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas.Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan usia ibu hamil terhadap kejadian KEK (α < 0,05).Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dengan kejadian KEK (nilai P = 0,838.bahwa usia dan pengetahuan berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil.Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh paritas terhadap KEK dengan sampel yang lebih besar dan beragam.Selain itu, penelitian dapat mengkaji peran faktor budaya dan akses masyarakat terhadap informasi gizi dalam mencegah KEK.Terakhir, pengembangan program edukasi kesehatan berbasis komunitas perlu dievaluasi untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang nutrisi selama kehamilan.Penelitian ini juga dapat menggali potensi pangan lokal sebagai solusi pengurangan KEK.Studi lanjutan harus mempertimbangkan peran pendidikan formal dan ketersediaan layanan kesehatan dalam memengaruhi status gizi ibu hamil.Selain itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan konseling gizi yang terintegrasi dalam layanan antenatal care.Penelitian ini juga bisa menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat partisipasi kader posyandu dalam memberikan edukasi gizi.Akhirnya, penelitian perlu memperluas cakupan geografis untuk memahami perbedaan prevalensi KEK di berbagai daerah.FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA KOMUNITAS IBU HAMIL.Kehamilan merupakan rangkaian proses alami dan fisiologis yang terjadi dalam tubuh wanita.Ketidakseimbangan asupan gizi, terutama antara energi dan protein selama masa kehamilan, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK).KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang bersifat multifaktorial, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi, usia saat hamil, serta jumlah paritas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya KEK pada ibu hamil.Metode yang digunakan adalah cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 175 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas.Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan usia ibu hamil terhadap kejadian KEK (α < 0,05).Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dengan kejadian KEK (nilai P = 0,838.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh paritas terhadap KEK dengan sampel yang lebih besar dan beragam. Selain itu, penelitian dapat mengkaji peran faktor budaya dan akses masyarakat terhadap informasi gizi dalam mencegah KEK. Terakhir, pengembangan program edukasi kesehatan berbasis komunitas perlu dievaluasi untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang nutrisi selama kehamilan. Penelitian ini juga dapat menggali potensi pangan lokal sebagai solusi pengurangan KEK. Studi lanjutan harus mempertimbangkan peran pendidikan formal dan ketersediaan layanan kesehatan dalam memengaruhi status gizi ibu hamil. Selain itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan konseling gizi yang terintegrasi dalam layanan antenatal care. Penelitian ini juga bisa menghasilkan rekomendasi untuk memperkuat partisipasi kader posyandu dalam memberikan edukasi gizi. Akhirnya, penelitian perlu memperluas cakupan geografis untuk memahami perbedaan prevalensi KEK di berbagai daerah.

Read online
File size416.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test