POLNAMPOLNAM

Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanScholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan bahasa Inggris mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata dalam perspektif English for Specific Purposes (ESP) serta implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran pada pendidikan vokasi. Kajian ini menggunakan pendekatan konseptual melalui analisis literatur terkait ESP, kompetensi komunikatif, dan kebutuhan bahasa dalam industri pariwisata. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan utama mahasiswa mencakup komunikasi lisan fungsional, penguasaan genre profesional seperti promosi destinasi dan penanganan keluhan, serta kompetensi interkultural dalam konteks pelayanan wisata. Selain itu, karakteristik mahasiswa dengan latar belakang kemampuan bahasa Inggris yang beragam menuntut desain pembelajaran yang adaptif, bertahap, dan berbasis tugas autentik. Implikasi pedagogis penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penerapan pembelajaran berbasis tugas, serta evaluasi berbasis performa untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Dengan demikian, pengembangan English for Tourism pada pendidikan vokasi harus dirancang secara kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan profesional serta karakteristik pembelajar.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan English for Tourism pada Program Studi Destinasi Pariwisata harus dirancang secara kontekstual, berbasis kebutuhan industri, dan disesuaikan dengan profil kemampuan mahasiswa.Pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks vokasi tidak dapat diperlakukan sebagai General English, melainkan sebagai bahasa fungsional yang mendukung komunikasi pelayanan, promosi destinasi, serta interaksi lintas budaya.Temuan menunjukkan bahwa kompetensi komunikatif menjadi orientasi utama pembelajaran, terutama dalam aspek kelancaran berbicara, kemampuan menyampaikan informasi secara runtut, serta strategi komunikasi untuk mengatasi keterbatasan linguistik.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum English for Tourism yang terintegrasi dengan teknologi digital, seperti penggunaan aplikasi mobile atau platform pembelajaran daring interaktif, untuk meningkatkan motivasi dan efektivitas pembelajaran mahasiswa. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pembelajaran ESP, seperti pembelajaran berbasis proyek, simulasi, atau studi kasus, dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional mahasiswa pariwisata. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa terhadap pembelajaran English for Tourism, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan mereka dalam menguasai kompetensi bahasa yang dibutuhkan di dunia kerja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan English for Tourism yang lebih relevan, aplikatif, dan responsif terhadap kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.

Read online
File size174.81 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test