UNPAKUNPAK

Jurnal Abdimas FISIBJurnal Abdimas FISIB

Perkembangan Indonesia memerlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, yang bergantung pada tumbuh kembang anak-anak. Kemajuan teknologi dan pembangunan memunculkan dua kelompok anak berdasarkan status nutrisi, yaitu kekurangan dan kelebihan nutrisi, keduanya berisiko menurunkan kualitas SDM masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan sosialisasi keseimbangan gizi dan penurunan stunting di kalangan remaja, yang potensial menjadi orang tua masa depan. Sosialisasi diadakan di RPTRA Kp. Perigi, Kebayoran Lama Selatan, ditujukan kepada Forum Anak Se-Kecamatan Kebayoran Lama, melalui ceramah dan diskusi tentang aspek klinis stunting, pencegahan, tindakan, dan kontrol gizi. Kegiatan ini mencakup sesi tanya jawab, serta pretest dan posttest untuk mengukur keberhasilan. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 59 menjadi 79, dengan nilai p signifikan 0,002 (<0,05), menandakan peningkatan pengetahuan remaja tentang stunting. Sosialisasi berhasil memperkaya pengetahuan dan disarankan untuk ditingkatkan agar pengetahuan ini dapat disebarluaskan lebih luas, mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan status gizi dan penurunan stunting.

Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pemaparan materi kami mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang betapa pentingnya pengetahuan tentang stunting sangat penting.Penyuluhan ini yakni untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya stunting sejak dini agar nantinya saat remaja ini akan menjadi orang tua, bisa mewaspadai dan menghindari terjadinya stunting pada dirinya sendiri maupun anaknya.Berkat penyuluhan ini, masyarakat menjadi lebih waspada tentang terjadi nya stunting ini.Terbukti melalui hasil dari pretest dan post-test yang kami berikan kepada warga RPTRA Kampung Prigi.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari penyuluhan ini terhadap perilaku dan praktik gizi remaja. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah pengetahuan yang diperoleh remaja diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti perubahan pola makan dan kebiasaan hidup sehat. Kedua, mengeksplorasi efektivitas penyuluhan dalam konteks yang lebih luas. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai wilayah dengan karakteristik demografis yang berbeda, untuk melihat apakah strategi penyuluhan yang sama efektif di berbagai komunitas. Ketiga, mengembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan program yang lebih terintegrasi, yang tidak hanya menyasar remaja tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas secara keseluruhan, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung praktik gizi seimbang dan pencegahan stunting.

Read online
File size165.21 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test