STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Artikel ini membahas tentang konsep transendensi menurut Karol Wojtyła. Transendensi ini lebih dikaitkan dengan tindakan dari kehendak melalui self-determination dengan menampilkan struktur self-governance dan self-possession. Transendensi menunjukkan bahwa manusia bukanlah sekadar suatu spesies di antara spesies yang lain atau suatu objek di antara objek yang lain. Akan tetapi, manusia adalah person dengan kodrat rasional; ia unik dan tak tergantikan. Ia juga tampil sebagai subjek sekaligus objek dari tindakannya. Ia menjadi subjek dari tindakan sekaligus objek yang dibentuk oleh tindakannya sendiri. Transendensi person terwujud juga dalam integrasi dengan aspek psikosomatik dan lebih tampak riil dalam partisipasi atau co-acting.

Manusia bukan hanya salah satu spesies di antara spesies yang lain dengan kodrat rasional sebagai kekhususanya.Lebih dalam dari itu ia adalah person dengan kodrat rasional dan sungguh-sungguh unik dan tak tergantikan dalam dan melalui tindakan sadar.Transendensi person mempertajam dan memperjelas status keunikan dari person.Transendensi berarti setiap person memerintah (govern) dirinya masing-masing.Melalui self-governance ia bebas memilih tindakan dan mengaktualisasikan dirinya sendiri.

Berdasarkan paper ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana konsep transendensi person dapat diterapkan dalam konteks etika bisnis, khususnya dalam pengambilan keputusan yang melibatkan dilema moral. Hal ini dapat membantu memahami bagaimana individu dapat bertindak secara bertanggung jawab dan etis dalam lingkungan bisnis yang kompleks. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara self-governance dan kesejahteraan psikologis. Dengan memahami bagaimana individu dapat mengembangkan kemampuan untuk mengatur diri sendiri, kita dapat merancang intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana partisipasi dalam komunitas dapat memfasilitasi transendensi person. Dengan menganalisis faktor-faktor yang mendorong atau menghambat partisipasi aktif dalam komunitas, kita dapat mengembangkan strategi untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan suportif, di mana setiap individu dapat mencapai potensi penuhnya.

Read online
File size237.41 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test