UNDIKSHAUNDIKSHA

Jurnal Administrasi Pendidikan IndonesiaJurnal Administrasi Pendidikan Indonesia

Integrasi nilai-nilai budaya ke dalam pendidikan tinggi semakin mendapat perhatian karena perannya dalam membentuk karakter, tanggung jawab sosial, dan budaya akademik. Filosofi Tri Hita Karana (THK) merupakan kerangka nilai lokal yang menekankan harmoni dalam hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan). Namun, pemahaman tentang bagaimana pelaku internal di lembaga pendidikan tinggi memandang nilai-nilai THK masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen terhadap internalisasi nilai-nilai THK dalam budaya akademik lembaga pendidikan tinggi. Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan melibatkan 98 dosen yang dipilih melalui sampling purposif. Hasil menunjukkan bahwa dosen memiliki persepsi sangat tinggi terhadap implementasi nilai-nilai THK di semua dimensi. Temuan menunjukkan bahwa THK telah mendapatkan legitimasi sebagai kerangka nilai bersama dalam lingkungan akademik dan dianggap sebagai bagian dari budaya organisasi pendidikan tinggi. Studi ini memperkuat pandangan bahwa kebijaksanaan lokal tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya tetapi juga memiliki potensi menjadi budaya organisasi lokal yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan diskursus mengenai integrasi kebijaksanaan lokal ke dalam manajemen pendidikan tinggi dan penguatan budaya akademik yang lebih humanis, harmonis, dan berkelanjutan.

Studi ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dosen mengenai internalisasi nilai-nilai Tri Hita Karana (THK) dalam budaya akademik lembaga pendidikan tinggi.Temuan menunjukkan bahwa dosen memiliki persepsi positif terhadap nilai-nilai THK.Hal ini mengonfirmasi bahwa filosofi ini telah mendapatkan legitimasi sebagai kerangka nilai bersama dalam lingkungan akademik.Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kebijaksanaan lokal berfungsi sebagai simbol budaya dan dapat menjadi budaya organisasi yang membentuk kehidupan akademik di lembaga pendidikan tinggi.Dosen memandang nilai-nilai THK sebagai bagian dari pembentukan dan reproduksi budaya akademik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis.Pemimpin pendidikan tinggi dapat menggunakan THK sebagai referensi untuk memperkuat budaya institusi berbasis nilai yang selaras dengan tujuan pendidikan tinggi kontemporer.Namun, studi ini memiliki keterbatasan terkait desain kuantitatif deskriptif, sehingga generalisasi temuan terbatas pada lembaga pendidikan tinggi dengan latar belakang budaya yang berbeda.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak THK terhadap hasil organisasi dan membandingkan temuan ini di konteks budaya lain.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak implementasi nilai Tri Hita Karana terhadap perilaku akademik mahasiswa dan kinerja dosen. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara lembaga pendidikan tinggi di daerah dengan latar belakang budaya berbeda untuk melihat adaptasi nilai THK. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran kebijakan institusi dalam mempromosikan nilai-nilai THK melalui program pengembangan budaya organisasi.

  1. Menentukan Populasi dan Sampel: Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif | Jurnal... doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657Menentukan Populasi dan Sampel Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Jurnal doi 10 29303 jipp v9i4 2657
  2. The role of collegiality in academic review, promotion, and tenure | PLOS One. role collegiality academic... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0265506The role of collegiality in academic review promotion and tenure PLOS One role collegiality academic journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0265506
Read online
File size191.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test