UNDIKSHAUNDIKSHA

Jurnal Administrasi Pendidikan IndonesiaJurnal Administrasi Pendidikan Indonesia

Transformasi digital memerlukan tata kelola pendidikan yang lebih efisien, transparan, dan bertanggung jawab. Namun, studi tentang empat pilar utama Sistem Informasi Manajemen (MIS): aplikasi perusahaan, sistem pembelajaran digital, manajemen pengetahuan, dan kecerdasan bisnis, umumnya dilakukan secara terpisah, menghasilkan kurangnya kerangka konseptual yang mengintegrasikan semuanya. Studi ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif yang menjelaskan hubungan antar empat pilar ini dalam mendukung tata kelola pendidikan di era digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ulasan literatur sistematik (SLR) berbasis PRISMA. Hasil sintesis menunjukkan bahwa aplikasi perusahaan menyediakan fondasi data terintegrasi, sistem pembelajaran digital mendukung proses belajar berbasis teknologi, manajemen pengetahuan mempertahankan keberlanjutan pengetahuan institusional, dan kecerdasan bisnis mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan strategis. Keempat pilar ini membentuk rantai nilai informasi yang saling melengkapi, dengan keberhasilan implementasi ditentukan oleh penyelarasan strategi institusi, kompetensi digital sumber daya manusia, dan komitmen kepemimpinan.

Studi ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif yang menjelaskan peran dan hubungan antara aplikasi perusahaan, sistem pembelajaran digital, manajemen pengetahuan, dan kecerdasan bisnis dalam mendukung transformasi tata kelola pendidikan di era digital.Ulasan literatur sistematik berbasis PRISMA dari enam studi (2020–2026) mengonfirmasi bahwa keempat pilar ini berfungsi bukan sebagai inisiatif teknologi terpisah, tetapi sebagai rantai nilai informasi yang saling mendukung.Keberhasilan integrasi ini ditentukan bukan hanya oleh tingkat kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh penyelarasan strategi institusi, kompetensi digital sumber daya manusia, dan komitmen kepemimpinan.Kesimpulan ini memiliki implikasi jelas bagaimana otoritas pendidikan merancang regulasi tata kelola digital, investasi pembangunan kapasitas, dan kebijakan privasi data di tingkat sistem.Namun, karena kesimpulan ini berdasarkan sintesis konseptual dari sampel terbatas enam artikel dari satu sumber basis data, temuan ini harus dilihat sebagai referensi konseptual, bukan model yang diverifikasi secara empiris, dan diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji, menyempurnakan, dan menyesuaikan kerangka ini di berbagai jenis institusi pendidikan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak implementasi kecerdasan buatan (AI) terhadap integrasi keempat pilar MIS di lembaga pendidikan, karena AI berpotensi meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, perlu ada studi yang mengeksplorasi peran kepemimpinan dalam memfasilitasi transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya dalam mengatasi hambatan budaya organisasi dan resistensi terhadap perubahan. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi perbedaan regional dalam adopsi sistem informasi pendidikan, dengan membandingkan faktor-faktor seperti infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, dan kebijakan pemerintah daerah yang memengaruhi keberhasilan implementasi.

  1. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas)i. pengukuran kematangan pengembangan business intelligence... doi.org/10.29207/resti.v1i1.18Jurnal RESTI Rekayasa Sistem dan Teknologi Informas i pengukuran kematangan pengembangan business intelligence doi 10 29207 resti v1i1 18
Read online
File size230.07 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test