IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI

Edudeena : Journal of Islamic Religious EducationEdudeena : Journal of Islamic Religious Education

Moderasi agama telah menjadi perhatian penting dalam pendidikan Islam mengingat tantangan meningkat dari intoleransi, eksklusivisme, dan polarisasi agama. Meskipun studi sebelumnya menekankan peran pesantren dalam membentuk sikap moderat terhadap agama, perhatian terbatas diberikan pada bagaimana Bahtsul Masail berfungsi sebagai proses pedagogi deliberatif melalui mana moderasi agama dibentuk. Studi ini mengeksaminasi Bahtsul Masail sebagai pedagogi deliberatif dalam pembentukan moderasi agama di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara semi-struktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa Bahtsul Masail beroperasi melalui sistem deliberatif terstruktur yang ditandai oleh partisipasi aktif, interaksi dialogis, dan dialektika ilmiah. Pengetahuan agama dibangun melalui proses penyajian argumen, pengujian kritis, negosiasi makna, dan validasi ilmiah. Proses-proses ini menciptakan lingkungan pembelajaran deliberatif di mana peserta secara kritis berenggagement dengan perspektif agama yang beragam. Moderasi agama muncul bukan melalui transmisi dogmatis tetapi melalui pembelajaran reflektif, partisipatif, dan dialektis kontekstual. Studi ini mengusulkan Model Dialektis-Partisipatif yang menjelaskan moderasi agama sebagai hasil interaksi antara struktur institusional, pedagogi deliberatif, dialektika ilmiah, dan legitimasi ilmiah.

Studi ini menunjukkan bahwa Bahtsul Masail di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi agama tetapi juga sebagai sistem pedagogi deliberatif yang membentuk pengetahuan dan sikap agama secara simultan.Temuan menunjukkan bahwa moderasi agama muncul melalui interaksi struktur institusional partisipatif, praktik pembelajaran deliberatif, dan dialektika ilmiah yang memungkinkan peserta untuk mengevaluasi, menegosiasikan, dan memvalidasi argumen agama secara kolektif.Moderasi agama berkembang melalui partisipasi berkelanjutan dalam dialog, refleksi kritis, evaluasi argumen, dan konstruksi pengetahuan bersama.Model Dialektis-Partisipatif yang diusulkan menjadi kontribusi teoretis utama studi ini, memandang moderasi agama sebagai hasil proses terintegrasi yang melibatkan struktur partisipatif, pedagogi deliberatif, dialektika ilmiah, dan internalisasi nilai.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan Model Dialektis-Partisipatif ke konteks pendidikan Islam lainnya, seperti sekolah umum atau lembaga pendidikan non-pesantren, untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi proses deliberasi Bahtsul Masail, khususnya dalam era transformasi digital. Terakhir, penelitian juga dapat memfokuskan pada dampak Bahtsul Masail terhadap kelompok demografis tertentu, seperti peserta didik perempuan, untuk memahami perbedaan pengalaman dan kontribusi mereka dalam proses pembentukan moderasi agama.

Read online
File size668.29 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test