KALIBRAKALIBRA

PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan HumanioraPERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Penelitian ini mengeksplorasi dilema digitalisasi pasar tradisional dari perspektif pedagang Pasar Senen Jakarta. Di tengah kebijakan nasional percepatan digitalisasi pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), pedagang pasar tradisional menghadapi kontradiksi struktural antara tuntutan adaptasi teknologi dan keberlangsungan usaha berbasis nilai-nilai tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melibatkan 17 partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam fase. Penelitian menemukan empat tema utama, yaitu ketegangan antara efisiensi dan ketidakpastian pendapatan, dualisme sistem pembayaran sebagai strategi bertahan, hambatan literasi digital dan kesenjangan generasi, serta dinamika modal sosial dalam adaptasi digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan pengkhianatan sistemik dalam digitalisasi, di mana infrastruktur yang dirancang untuk inklusi justru memproduksi eksklusi baru. Resistensi pedagang tidak semata-mata akibat konservatisme teknologis, melainkan respons rasional terhadap ketidakpastian yang dihasilkan oleh sistem itu sendiri. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori resistensi inovasi serta memberikan implikasi kebijakan bagi digitalisasi pasar tradisional yang lebih inklusif dan berpihak pada kepentingan pedagang kecil.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pasar tradisional di Pasar Senen Jakarta mengandung dilema yang tidak dapat direduksi menjadi sekadar persoalan teknis atau literasi digital.Posisi pedagang sebagai saham minoritas dalam ekosistem digital, tanpa hak suara yang berarti atas kebijakan teknis, skema biaya, atau mekanisme komplain, menyebabkan mereka rentan terhadap pengkhianatan sistemik, yaitu situasi di mana janji-janji efisiensi, inklusi, dan perluasan pasar tidak diikuti oleh stabilitas teknis, jaminan perlindungan, dan keadilan prosedural.Loyalitas pedagang terhadap sistem tunai bukanlah bentuk konservatisme atau ketertinggalan zaman, melainkan strategi rasional untuk memitigasi risiko yang dihasilkan oleh sistem digital yang tidak dapat diandalkan sepenuhnya.Dualisme sistem pembayaran, yaitu tunai dan QRIS, yang diadopsi oleh mayoritas pedagang merupakan respons adaptif terhadap kondisi pengkhianatan sistemik tersebut.Implikasi kebijakan menunjukkan bahwa pemerintah perlu melibatkan pedagang dalam pengambilan keputusan teknis dan regulasi, memastikan stabilitas teknis infrastruktur digital sebelum mendorong adopsi secara luas, menyediakan mekanisme komplain yang mudah diakses, serta tetap mempertahankan opsi tunai sebagai hak dasar bagi konsumen dan pedagang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pasar tradisional yang telah menerapkan digitalisasi secara penuh dengan pasar tradisional yang belum menerapkan digitalisasi. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan digitalisasi pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak digitalisasi pasar tradisional terhadap perilaku konsumen, terutama dalam hal preferensi pembayaran dan pengalaman berbelanja. Penelitian ini juga dapat mengungkap bagaimana digitalisasi pasar tradisional mempengaruhi dinamika sosial dan ekonomi di sekitar pasar tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi inklusif untuk digitalisasi pasar tradisional, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pedagang kecil. Hal ini dapat mencakup desain kebijakan yang lebih partisipatif dan responsif terhadap kepentingan pedagang, serta upaya untuk meningkatkan literasi digital dan aksesibilitas teknologi bagi pedagang tradisional.

  1. Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional: Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta | PERSEPTIF: Jurnal Ilmu... doi.org/10.70716/perseptif.v4i2.502Dilema Digitalisasi Pasar Tradisional Perspektif Pedagang Pasar Senen Jakarta PERSEPTIF Jurnal Ilmu doi 10 70716 perseptif v4i2 502
Read online
File size661.52 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test