KALIBRAKALIBRA

PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan HumanioraPERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Film sebagai bagian dari media komunikasi massa bukan hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga turut memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap pola komunikasi dalam keluarga. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) menampilkan pola asuh otoriter yang relevan dengan budaya patriarki di Indonesia dan berpotensi berdampak pada kondisi psikologis anak. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan dalam film serta bagaimana makna tersebut dapat dimaknai oleh penonton. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis representasi Stuart Hall melalui proses encoding dan decoding. Fokusnya ialah pola asuh otoriter dalam film NKCTHI yang dianalisis dari adegan, dialog, gestur, dan teknik sinematik, dengan data dari observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film NKCTHI merepresentasikan pola asuh otoriter melalui sebelas scene dengan indikator tuntutan tinggi, minimnya kehangatan, hukuman, ketiadaan negosiasi, dan rendahnya kepercayaan pada anak. Proses encoding terlihat dari visual, dialog, dan gestur ayah sebagai figur dominan, sedangkan decoding peneliti berada pada posisi negotiated code karena ayah masih ditampilkan memiliki sisi hangat. Film ini menyampaikan bahwa dampak pola asuh lebih ditentukan oleh cara komunikasi dalam keluarga daripada aturan itu sendiri.

Berdasarkan analisis menggunakan kerangka representasi Stuart Hall (encoding-decoding) dan pendekatan analisis isi, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menunjukkan bagaimana pola asuh otoriter direpresentasikan melalui sebelas scene.Representasi tersebut memuat indikator seperti banyak tuntutan, minimnya kehangatan, penggunaan hukuman, ketiadaan negosiasi, serta kurangnya kepercayaan kepada anak.Hal ini memperlihatkan bagaimana praktik pengasuhan otoriter dibangun secara konsisten dalam narasi film.Proses encoding terlihat dari cara film menghadirkan visual, dialog, dan gestur ayah sebagai figur otoriter yang dominan dalam keluarga.Sementara itu, proses decoding peneliti berada pada posisi negotiated code, karena penggambaran ayah tidak sepenuhnya mencerminkan otoritarianisme ekstrem di dunia nyata.Tokoh ayah masih ditampilkan memiliki sisi hangat dan perhatian, sehingga membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel bagi penonton.Film ini merepresentasikan bahwa pola asuh otoriter tidak hanya menghasilkan dampak negatif, tetapi juga dapat membentuk ketangguhan dan kemandirian anak jika disampaikan dengan cara yang tepat.Namun, ketidaksempurnaan komunikasi dalam keluarga menunjukkan bahwa cara penyampaian pesan lebih menentukan dampak pola asuh dibandingkan aturan itu sendiri.Oleh karena itu, film ini menyampaikan pesan agar penonton mampu mengambil sisi positif dan menghindari sisi negatif dari pola asuh otoriter demi terciptanya komunikasi keluarga yang harmonis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi representasi pola asuh otoriter dalam film-film Indonesia lainnya untuk melihat apakah indikator serupa muncul atau berbeda berdasarkan konteks budaya. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pola asuh otoriter dalam film dengan pola asuh yang lebih demokratis untuk memahami dampaknya terhadap perkembangan anak secara lebih komprehensif. Terakhir, studi lanjutan juga dapat mengkaji bagaimana faktor psikologis atau trauma masa lalu orang tua memengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan anak, terutama dalam konteks budaya patriarki seperti di Indonesia.

  1. Representasi Bentuk Pola Asuh Orang Tua dalam Film Web Series Cinta Pertama Ayah : Analisis Semiotika... doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v2i4.4107Representasi Bentuk Pola Asuh Orang Tua dalam Film Web Series Cinta Pertama Ayah Analisis Semiotika doi 10 59581 harmoni widyakarya v2i4 4107
  2. Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”: Sebuah Kajian... journal.kalibra.or.id/index.php/perseptif/article/view/480Representasi Pola Asuh Otoriter Dalam Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari IniAy Sebuah Kajian journal kalibra index php perseptif article view 480
  3. Analisis Semiotika Pola Komunikasi Keluarga pada Film “Noktah Merah Perkawinan” | JOPPAS:... doi.org/10.31539/joppas.v5i2.8446Analisis Semiotika Pola Komunikasi Keluarga pada Film AuNoktah Merah PerkawinanAy JOPPAS doi 10 31539 joppas v5i2 8446
Read online
File size918.29 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test