UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Penanggulangan bencana merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, yaitu serangkaian kegiatan penanggulangan bencana sebelum, pada saat maupun sesudah terjadinya bencana. Seringkali bencana hanya ditanggapi secara parsial oleh pemerintah, bahkan hanya dengan pendekatan tanggap darurat. Kurangnya kebijakan pemerintah yang integral dan koordinasi antar elemen dianggap sebagai penyebabnya. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana memberikan dimensi baru, yaitu penanggulangan bencana sebagai upaya menyeluruh dan proaktif, dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan, dan sebagai bagian dari proses pembangunan untuk mewujudkan ketahanan terhadap bencana. BPBD dibentuk sesuai amanat Undang-Undang dan Perka BNPB. BPBD Kabupaten Kuningan didirikan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2009, dan inisiatif pembentukannya menjadi fokus menarik, terutama dalam aspek penanggulangan bencana sebelum dan sesudah pembentukannya.

Berdasarkan analisis, peran BPBD Kabupaten Kuningan dalam usaha penanggulangan bencana cukup baik, meskipun masih menghadapi hambatan seperti koordinasi dengan instansi lain, sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang belum memadai.BPBD telah terbentuk selama 5 tahun, namun masih perlu peningkatan dalam penyusunan peta rawan bencana, penetapan SOP, dan standarisasi penanganan bencana.Dengan demikian, peningkatan kapasitas dan koordinasi menjadi kunci keberhasilan BPBD dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas koordinasi antara BPBD dengan instansi terkait lainnya dalam implementasi program mitigasi bencana, termasuk identifikasi hambatan dan solusi untuk meningkatkan sinergi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di tingkat lokal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam sistem peringatan dini bencana dan diseminasi informasi kepada masyarakat, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan responsivitas dan pengurangan risiko bencana. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi penanggulangan bencana yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan, serta dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa.

Read online
File size342.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test