UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Film merupakan salah satu media massa, fungsi dari media massa adalah menyampaikan informasi dan sebagai media pendidikan. Film anak, secara tidak langsung mampu menghadirkan sebuah representasi, peng gambaran terhadap realitas melalui narasinya. Film “Denias - Senandung di Atas Awan dan “Di Timur Matahari, merupakan film yang mencoba menggambarkan representasi Suku Papua. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Materialist Film Theory by Siegfried Kraucauer dan Representation of Stuart Hall. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan naratif teks milik Murphet dan alur cerita milik Stanton. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Suku Papua direpresentasikan sebagai sosok masyarakat yang termarginalkan, minoritas, bersifat etnosentris, dan berbeda dengan suku yang lain di Indonesia. Namun, Alenia Picture berusaha menawarkan hadirnya sosok Suku Papua yang baru, yaitu suku yang terbuka, diperhatikan dan mendapatkan hak berupa pendidikan serta kehidupan yang damai.

Kesimpulan dari analisis film anak tersebut menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.Selama ini, media massa kerap menampilkan yang dimiliki Indonesia dengan adanya konflik dan kekerasan.Pemberitaan-pemberitaan yang ditampilkan, membuat masyarakat menjadi yang mampu memb bentuk masyarakat yang beragam.Namun, disisi lain terdapat pihak yang mendukung agar bangsa Indonesia yang merupakan negara multikultural mampu hidup berdampingan dengan segala perbedaan yang ada, dengan cara mengakui keberadaan mereka dan memberikan hak-hak kultural pada mereka tanpa terkecuali.Film-film anak produksi Alenia Pictures mencoba menggambarkan bagaimana masyarakat Papua mendapat stereotip yang negatif.Adanya stigma negatif mengenai masyarakat Papua, membuat Alenia Pictures mengangkat kehidupan di Papua dalam sebuah film.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hingga saat ini masih terjadi ketidakadilan yang diterima oleh masyarakat Papua.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis representasi suku-suku lain di Indonesia dalam film anak, dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola-pola stereotip yang mungkin muncul dan dampaknya terhadap persepsi anak-anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana film anak dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan keberagaman budaya dan toleransi antar suku, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat adat dalam proses produksi film. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana anak-anak dari berbagai latar belakang budaya menafsirkan representasi suku Papua dalam film, serta bagaimana pengalaman menonton film tersebut memengaruhi sikap dan pandangan mereka terhadap suku lain.

Read online
File size590.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test