SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah Manajemen dan AkuntansiJurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai dan non pegawai pada desa cicalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang disebarkan kepada 66 responden yang merupakan seluruh pegawai dan non pegawai desa cicalengka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji instrumen data, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana dan berganda, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F melalui uji SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 8,591 > 1,998 ttabel dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Sementara itu, pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 10,797 > 1,998 ttabel dan nilai sigifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Secara simultan budaya organisasi dan pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 63,422 > Ftabel 3,14 dan nilai signifikansi 0.001 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 66,8% menunjukan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh budaya organisasi dan pengalaman kerja, sedangkan 33,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi dan pengalaman kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan.Budaya organisasi menunjukkan hubungan yang kuat terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 64,5%, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,803 dan nilai t hitung sebesar 11,757 yang lebih besar dari t tabel.Hal ini menunjukkan bahwa nilai, norma, dan kebiasaan kerja yang ditanamkan dalam organisasi mampu membentuk perilaku kerja yang lebih produktif.Demikian pula, pengalaman kerja memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien korelasi sebesar 0,845 dan t hitung sebesar 14,328, yang juga lebih tinggi dari t tabel.Secara simultan, kedua variabel ini memberikan kontribusi sebesar 75% terhadap kinerja pegawai, terbukti dari nilai F hitung sebesar 112,515 yang lebih besar dari F tabel.Temuan ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan pengalaman kerja saling melengkapi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai dan non-pegawai di Kelurahan Desa Cicalengka. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman pegawai terkait dengan budaya organisasi dan pengalaman kerja. Pengembangan instrumen penelitian yang lebih komprehensif juga diperlukan untuk mengukur variabel-variabel yang relevan secara lebih akurat. Terakhir, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian.

Read online
File size394.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test