ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA

Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi Ekonomi

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai dan melihat pula apakah kepuasan kerja berperan sebagai variabel intervening. Dari hasil penelitian ini didapatkan variabel motivasi kerja (x) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (y) dimana koefisien regresinya adalah 0,372 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Namun, nilai koefisien regresi variabel motivasi kerja (X) tersebut mengalami penurunan dari 0,763 menjadi 0,372. Variabel kepuasan kinerja (I) sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai koefisien regresi adalah 0,411 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,543 (R2 = 5.43). Dengan kata lain terjadi peningkatan pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 3.1% atau dari 2,33% menjadi 5,43%. Berarti dapat diinterprestasikan bahwa variabel kepuasan kerja (I) memediasi secara parsial (partial mediation) hubungan antara variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y).

Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut.Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat.Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.Kepuasan kerja mengintervensi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja pegawai di Badan Penanggulanan Bencana, seperti kualitas kepemimpinan dan iklim kerja. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pelatihan kepemimpinan yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai, serta dampaknya terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dikembangkan dengan menambahkan variabel moderasi, misalnya peran dukungan sosial dari rekan kerja dalam memediasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika kinerja di lingkungan kerja.

Read online
File size282.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test