UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Bencana yang sering terjadi di Kota Samarinda adalah banjir. Pada bulan Juni 2019, bencana banjir di Kota Samarinda menjadi trending topic pemberitaan nasional. Peran media massa, khususnya radio lokal mendukung pelaksanaan edukasi mitigasi bencana banjir di Kota Samarinda. Salah satunya yaitu Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda bersama BPBD Provinsi Kalimantan Timur melakukan kerja sama berupa program siar terkait mitigasi bencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Dalam upaya pelestarian lingkungan hidup ada beberapa program siar seperti program siaran Kentongan, Dialog, dan Radio Siaga. Hasil penelitian menyebutkan bahwa RRI Kota Samarinda berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membentuk opini publik terhadap masalah lingkungan dan mitigasi bencana. RRI memposisikan diri sebagai media tanggap bencana, dengan menerapkan kedua fungsi pengawasan yaitu pengawasan peringatan dini (early warning system) dan pengawasan instrumental. RRI menerapkan komunikasi lingkungan sebagai media pendidikan edukasi mitigasi bencana, serta menjadi bagian dari agenda media (RRI) itu sendiri. Melalui program siarnya, RRI bersinergi dengan menjalin kerjasama (linkage) dengan para ahli lingkungan dan mitigasi bencana, seperti akademisi, aktivis lingkungan, BPBD dan lainnya. Kreativitas dan inovasi dalam membuat format program siar terkait mitigasi bencana lebih atraktif dan edutaiment.

RRI Kota Samarinda berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membentuk opini publik terhadap isu lingkungan dan mitigasi bencana melalui program siaran seperti Kentongan dan Radio Siaga.RRI memposisikan diri sebagai media tanggap bencana dengan menerapkan fungsi pengawasan peringatan dini dan pengawasan instrumental.Selain itu, RRI juga berperan sebagai media pendidikan komunikasi lingkungan, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, serta mentransformasikan nilai budaya lokal melalui program siarannya.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas format siaran edutaiment terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mitigasi banjir di wilayah pesisir Kota Samarinda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh penambahan sesi interaktif dan konsultatif dalam program Radio Siaga terhadap tingkat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir. Ketiga, perlu dikaji bagaimana integrasi kearifan lokal suku Dayak dalam konten siaran mitigasi bencana dapat meningkatkan relevansi dan penerimaan pesan oleh masyarakat adat di Kalimantan Timur. Penelitian-penelitian ini dapat membantu mengembangkan strategi komunikasi mitigasi bencana yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, hasilnya dapat memberikan rekomendasi konkret bagi RRI dan BPBD untuk memperkuat peran media penyiaran publik. Selain itu, temuan ini juga bisa menjadi model bagi stasiun radio daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa. Fokus pada aspek interaktivitas, budaya lokal, dan format penyampaian pesan yang menarik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas edukasi mitigasi bencana secara luas. Hasil penelitian juga dapat mendukung pengembangan kebijakan komunikasi bencana berbasis komunitas. Dengan demikian, media penyiaran tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip komunikasi lingkungan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Read online
File size314.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test