IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Journal of Economics, Law, and HumanitiesJournal of Economics, Law, and Humanities

Latar belakang: Fenomena pengemis di kawasan wisata religi Sunan Drajat Lamongan menunjukkan kompleksitas praktik filantropi Islam yang cenderung bersifat dermawan tetapi berpotensi menyebabkan ketergantungan. Tujuan penelitian: Menganalisis perspektif manajer dan pengunjung, mengidentifikasi faktor penyebab pengemis, serta mengevaluasi manajemen dari perspektif filantropi Islam. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih secara purposif, termasuk manajer kawasan dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan dengan validasi triangulasi. Hasil: Praktik pengemis di kawasan ini mengalami komersialisasi yang mengaburkan nilai spiritual. Faktor utama meliputi tekanan ekonomi, budaya ketergantungan, dan kurangnya program pemberdayaan berkelanjutan. Dari perspektif filantropi Islam, praktik pemberian konsumtif tidak mengatasi akar masalah tetapi memperkuat siklus ketergantungan. Kontribusi unik: Integrasi filantropi Islam dengan fenomena sosial wisata religi dan pergeseran dari pendekatan dermawan ke pemberdayaan. Kesimpulan: Pendekatan filantropi Islam yang menekankan pemberdayaan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki potensi besar sebagai solusi berkelanjutan sesuai prinsip syariah. Rekomendasi: Penguatan program pemberdayaan dan pendidikan komunitas.

Fenomena pengemis di kawasan Wisata Religi Sunan Drajat Lamongan merupakan masalah sosial multidimensi yang melibatkan aspek ekonomi, pendidikan, budaya, dan kelembagaan.Keberadaan pengemis mengganggu kenyamanan spiritual pengunjung dan mencerminkan sistem pemberdayaan masyarakat marjinal yang belum optimal.Faktor utama meliputi ketimpangan ekonomi, rendahnya pendidikan dan keterampilan, tingginya intensitas pengunjung, budaya sedekah langsung, serta lemahnya intervensi sosial berkelanjutan.Filantropi Islam memiliki potensi sebagai solusi transformatif melalui pendekatan pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah.Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pemberdayaan berbasis filantropi Islam yang terintegrasi antara pengelola kawasan, lembaga zakat, dan pemerintah daerah, serta edukasi publik untuk mengarahkan praktik sedekah agar lebih produktif dan tidak memperkuat ketergantungan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program pemberdayaan berbasis zakat produktif terhadap pengurangan ketergantungan pengemis di kawasan wisata religi. Selanjutnya, analisis peran budaya lokal dalam memperkuat atau mengurangi fenomena pengemis dapat menjadi fokus baru. Terakhir, studi komparatif antara model pemberdayaan filantropi Islam di berbagai destinasi wisata religi akan memberikan wawasan tentang efektivitas strategi yang dapat disesuaikan dengan konteks lokal.

Read online
File size894.38 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test